Riset Propeler Kapal Ikan, Diskan Kabupaten Probolinggo Gandeng ITS dan BRIN


Dringu, Lensaupdate.com - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo mendorong pemanfaatan teknologi riset untuk meningkatkan efisiensi usaha perikanan tangkap. Dukungan tersebut diberikan dalam kegiatan riset pengembangan baling-baling kapal ikan yang melibatkan Departemen Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kegiatan berlangsung di Pantai Bandaran, Desa Dringu, Kecamatan Dringu, Rabu (12/8/2026). Riset tersebut diarahkan untuk menghasilkan desain dan prototipe propeler kapal ikan dengan modifikasi bentuk foil pada daun baling-baling.

Tim ITS dan BRIN dalam kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Diskan Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Desa Dringu, penyuluh perikanan hingga nelayan setempat. Kehadiran nelayan menjadi bagian penting karena mereka merupakan pengguna langsung teknologi yang sedang dikembangkan.

Dalam kegiatan ini, Tim  Departemen Teknik perkapalan ITS dipimpin Guru Besar Teknik Perkapalan Prof. Dr. Ir. I Ketut Swastika, M.Sc dan Tim dari Pusat Riset Hidrodinamika Badan RIset dan Inovasi Nasional dipimpin oleh Dr.  Taufik Arif Setyanto, ST., M. eng.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono atau Ipung mengatakan keterlibatan nelayan memungkinkan tim peneliti mendapatkan gambaran langsung mengenai kebutuhan dan kondisi operasional kapal ikan.

“Riset ini sangat baik karena melibatkan nelayan sebagai pengguna langsung. Masukan dari nelayan dibutuhkan agar teknologi propeler yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan karakteristik kapal dan kondisi operasional yang mereka hadapi,” ujarnya.

Menurut Ipung, pengembangan teknologi perikanan harus mempertimbangkan kebutuhan pengguna di lapangan. Inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti sebagai kajian akademis, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi nelayan.

“Harapannya hasil riset ini tidak berhenti pada desain atau prototipe, tetapi nantinya bisa diaplikasikan pada kapal ikan dan memberikan dampak terhadap efisiensi operasional nelayan,” jelasnya.

Dalam proses penelitian, tim melakukan pengumpulan data serta informasi mengenai operasional kapal bersama nelayan. Data tersebut menjadi bahan untuk memahami karakteristik kapal, kebutuhan daya dorong dan penggunaan propeler dalam aktivitas penangkapan ikan.

Modifikasi bentuk foil pada daun propeler ditujukan untuk meningkatkan kemampuan menghasilkan daya dorong secara lebih efisien. Jika teknologi tersebut berhasil dikembangkan sesuai kebutuhan kapal ikan, kinerja sistem propulsi diharapkan menjadi lebih optimal.

Ipung menjelaskan peningkatan efisiensi propeler juga berpotensi memberikan dampak terhadap biaya operasional nelayan. Penggunaan daya mesin yang lebih efisien dapat membuka peluang penghematan konsumsi bahan bakar pada kondisi operasi yang sama.

“Kalau efisiensi daya dorong bisa ditingkatkan, tentu akan sangat membantu nelayan. Salah satu harapan besarnya adalah konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien sehingga biaya operasional kapal dapat ditekan,” tegasnya.

Efisiensi tersebut pada akhirnya diharapkan turut mendukung produktivitas nelayan. Kapal dengan sistem propulsi yang sesuai karakteristik operasional akan lebih optimal dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan.

“Dengan sistem propulsi yang lebih optimal, kinerja kapal diharapkan menjadi lebih baik sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan operasionalnya,” lanjut Ipung.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah daerah dan nelayan. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci agar inovasi teknologi dapat menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat pesisir.

“Kolaborasi seperti ini perlu terus didorong. Perguruan tinggi dan BRIN memiliki kemampuan riset dan teknologi, sementara nelayan memiliki pengalaman lapangan. Ketika keduanya dipadukan dengan dukungan pemerintah, hasilnya diharapkan lebih tepat guna,” tambahnya.

Diskan Kabupaten Probolinggo berharap riset tersebut menghasilkan desain dan prototipe propeler yang dapat diuji serta dikembangkan lebih lanjut untuk kebutuhan kapal ikan.

“Semoga hasil penelitian ini nantinya benar-benar dapat diaplikasikan dan memberikan manfaat bagi nelayan, terutama dalam meningkatkan efisiensi usaha penangkapan ikan serta menekan biaya operasional,” pungkasnya.

Pengembangan propeler kapal ikan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan inovasi teknologi untuk mendukung sektor perikanan tangkap. Dengan riset yang melibatkan nelayan sejak tahap pengumpulan data, teknologi yang dihasilkan diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan efisiensi usaha nelayan di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)

Baca Juga :