Sumber, Lensaupdate.com - Budaya literasi di sekolah tidak cukup hanya mendorong siswa membaca. Peserta didik juga perlu diberi ruang untuk menghasilkan karya dan menuangkan pengalaman, gagasan serta imajinasi mereka dalam bentuk tulisan.
Gagasan itulah yang ingin didorong melalui Jejak Lentera atau Jelajah Karya untuk Meningkatkan Literasi Lewat Menulis Cerita. Program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo tersebut mulai digerakkan bersama guru Bahasa Indonesia di jenjang SMP.
Targetnya tidak kecil. Lebih dari 1.000 cerita pendek karya siswa diharapkan dapat lahir dari program tersebut dan kemudian menjadi bagian dari literasi digital peserta didik.
Gagasan Jejak Lentera disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati saat menghadiri kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia di SMPN 1 Sumber, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti anggota MGMP Bahasa Indonesia serta dihadiri Pembina MGMP Bahasa Indonesia Triman Budiono dan Ketua MGMP Bahasa Indonesia Ali Said.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan, menulis cerita menjadi salah satu cara untuk mendorong peserta didik menghasilkan karya sekaligus memperkuat budaya literasi.
“Jejak Lentera adalah Jelajah Karya untuk Meningkatkan Literasi Lewat Menulis Cerita. Harapannya, apa yang sudah menjadi mimpi kita bersama nanti akan tertuang dalam lebih dari seribu karya cerita pendek yang dibuat oleh anak-anak kita,” katanya.
Target tersebut akan digerakkan melalui sekolah. Guru Bahasa Indonesia nantinya menjadi person in charge (PIC) di masing-masing sekolah untuk mengajak dan mendampingi peserta didik menghasilkan karya.
Dengan pola tersebut, Jejak Lentera tidak berhenti sebagai program di tingkat dinas. Sekolah dan guru menjadi bagian langsung dari proses untuk mengumpulkan karya siswa sehingga semakin banyak tulisan peserta didik yang dapat terdokumentasikan.
Like berharap kegiatan menulis cerita pendek dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan minat literasi peserta didik di tengah perubahan kebiasaan belajar.
“Harapannya dengan meningkatkan literasi melalui menulis cerita pendek ini, ke depannya akan semakin meningkatkan literasi kita, khususnya anak-anak kita di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.
Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Probolinggo Ali Said menyambut positif gagasan Jejak Lentera. Baginya, cita-cita menghadirkan buku digital yang memuat karya siswa Kabupaten Probolinggo membutuhkan gerakan bersama.
“Program ini sangat positif sekali. Saya ingin mengajak bagaimana mimpi dari Kabupaten Probolinggo agar mempunyai buku digital berupa hasil karya dari anak-anak kita ini bisa terwujud. Ayo kita bergerak bersama,” ujarnya.
Namun, Ali menilai guru juga perlu menjadi contoh sebelum meminta siswa berkarya. “Untuk membangkitkan para guru kita untuk selalu berkarya, berinovasi dalam dunia pendidikan. Selamat untuk MGMP Bahasa Indonesia yang ada di Kabupaten Probolinggo, teruslah berkarya, mulailah dari diri sendiri. Karena tidak akan bisa kita mengajak siswa kalau kita tidak memulai dari diri sendiri,” terangnya.
Bagi MGMP Bahasa Indonesia, forum guru juga menjadi ruang untuk menyatukan persepsi dan menyelaraskan program dengan agenda Disdikdaya. Like mengapresiasi semangat anggota MGMP yang tetap mengikuti kegiatan meski harus menempuh perjalanan menuju SMPN 1 Sumber dengan kondisi jalan yang cukup menantang.
“Saya mengapresiasi semangat para peserta yang tetap hadir meskipun harus menempuh perjalanan menuju SMPN 1 Sumber dengan kondisi jalan yang cukup menantang. Semangat kita dan wujud syukur kita adalah sudah bekerja sejauh ini. Hari ini kita menuju puncak ke SMP 1 Sumber. Jalanannya ekstrem, tetapi membuat kita bahagia karena hari ini kita membangkitkan semangat, menyatukan persepsi dan juga harapan bersama,” terangnya.
Selain Jejak Lentera, MGMP Bahasa Indonesia juga menyiapkan kegiatan menyambut Bulan Bahasa, termasuk lomba video yang memberikan ruang bagi siswa untuk menghasilkan karya positif.
“Nanti akan ada lomba video di mana di situ anak-anak menghasilkan beberapa kerja positif yang nantinya akan dikemas bersama, kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo,” tambah Ali.
Melalui keterlibatan guru sebagai penggerak di setiap sekolah, Jejak Lentera diharapkan tidak sekadar menghasilkan angka seribu karya. Program tersebut diarahkan menjadi ruang bagi siswa SMP di Kabupaten Probolinggo untuk berani menulis, berkarya dan meninggalkan jejak literasi melalui karya mereka sendiri. (cit/fas)
Baca Juga :
.jpeg)