Baznas Kabupaten Probolinggo Dorong Muallaf Tak Berhenti Belajar Usai Ikrar


Sumber, Lensaupdate.com - Mengucapkan ikrar masuk Islam menjadi awal dari perjalanan baru bagi seorang muallaf. Karena itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo mendorong agar para muallaf tidak berhenti mendapatkan pendampingan setelah memeluk Islam, terutama dalam memahami dan menjalankan ibadah sehari-hari.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan penguatan iman dan taqwa (imtaq) bagi sekitar 50 muallaf di Desa Ledokombo Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Falah tersebut digelar Baznas Kabupaten Probolinggo bersama Komisi Dakwah dan Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Probolinggo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil bersama jajaran komisioner, Ketua Komisi Dakwah dan Ukhuwah Islamiyah MUI sekaligus Ketua DMI Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan, KUA Kecamatan Sumber serta penyuluh agama Kecamatan Sumber.

Bagi Baznas, pembinaan menjadi bagian penting karena sebagian muallaf masih berada pada tahap awal mempelajari ajaran Islam. Mereka membutuhkan panduan yang mudah dipahami untuk menjalankan ibadah secara bertahap.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan buku tuntunan ibadah yang memuat panduan wudu, salat, rukun ibadah hingga surat-surat pendek.

Buku tersebut juga dilengkapi tulisan latin dan arti. Materi itu diharapkan membantu peserta yang masih mengalami kesulitan membaca huruf Arab ketika mulai mempraktikkan ibadah.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil mengatakan, perhatian terhadap muallaf tidak cukup diberikan saat seseorang mengikrarkan diri sebagai muslim.

“Seseorang yang telah mengikrarkan diri sebagai muslim tetap membutuhkan bimbingan dalam menjalankan ibadah sehari-hari, terutama bagi mereka yang masih berada dalam tahap awal mempelajari ajaran Islam. Intinya kita itu di dalam pembinaan muallaf ini dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” katanya.

Muzammil menekankan pentingnya pendampingan yang menyentuh praktik ibadah secara langsung.

“Di antaranya adalah bagaimana supaya para muallaf setelah ikrar itu supaya bimbingan terhadap pelaksanaan ibadahnya juga harus menjadi perhatian kita bersama. Bimbingan wudhunya bagaimana, salatnya bagaimana,” jelasnya.

Menurutnya, pembinaan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan keagamaan.

“Jadi kalau hanya ada pembiaran seperti itu, hanya Islamnya saja, tapi untuk melaksanakan Islam yang sebenarnya masih belum, sehingga perlu ada pembinaan kepada yang bersangkutan,” terangnya.

Selain materi keagamaan, Baznas juga memberikan dukungan sosial berupa beras dan paket sembako. Peserta turut mendapatkan bantuan dana transportasi serta konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Sementara Ketua Komisi Dakwah dan Ukhuwah Islamiyah MUI Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua DMI Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian agar para muallaf tidak merasa berjalan sendiri setelah memeluk Islam.

“Kegiatan ini tentu bertujuan ingin menyapa warga yang masih muallaf di Desa Ledokombo. Para muallaf itu tidak kita biarkan, tetapi ada pembinaan sehingga kita memberikan pencerahan dalam rangka penguatan iman dan takwa mereka,” ujarnya.

Barzan menyebut peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Setelah pembinaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan berupa sembako dan uang.

“Alhamdulillah mereka antusias hadir mengikuti kegiatan ini. Setelah pembinaan iman dan takwa, kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan. Mereka mendapatkan santunan sembako dan uang,” terangnya.

Kolaborasi Baznas, MUI, DMI, KUA dan penyuluh agama tersebut diharapkan dapat membuat pendampingan kepada muallaf berlangsung lebih berkelanjutan.

Dengan pola tersebut, proses menjadi muslim tidak berhenti pada ikrar. Para muallaf diharapkan terus mendapatkan ruang untuk belajar, bertanya dan memahami praktik ibadah hingga mampu menjalankannya secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. (cit/zid)

Baca Juga :