Probolinggo, Lensaupdate.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo memperkuat fungsi pengawasan madrasah dengan menggelar pembinaan terpadu bagi seluruh pengawas jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Abdul Aziz bersama seluruh pengawas madrasah serta sejumlah pemangku kepentingan. Pembinaan dilakukan sebagai langkah meningkatkan kualitas pembinaan dan pengawasan madrasah sekaligus memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur menegaskan pengawas madrasah memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agama dalam memastikan mutu pendidikan, pembinaan kelembagaan serta pelaksanaan seluruh aktivitas madrasah berjalan sesuai regulasi dan nilai-nilai keislaman.
Menurutnya, pengawas tidak hanya bertugas melakukan supervisi administrasi, tetapi juga harus aktif memberikan pendampingan, pembinaan dan penguatan karakter kelembagaan agar berbagai persoalan dapat diantisipasi sejak dini.
"Menjaga marwah lembaga pendidikan keagamaan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari menjaga marwah Kementerian Agama. Jangan pernah menganggap sepele setiap kegiatan di madrasah. Pengawas harus hadir sebelum muncul persoalan, bukan setelah persoalan menjadi perhatian publik," katanya.
Samsur meminta seluruh pengawas meningkatkan intensitas monitoring, evaluasi dan pembinaan secara berkala sehingga setiap dinamika yang terjadi di madrasah dapat segera ditangani melalui langkah preventif.
"Setiap dinamika yang terjadi di madrasah harus menjadi bahan evaluasi bersama. Pengawas saya minta lebih aktif melakukan pembinaan, pendampingan, monitoring dan evaluasi secara berkala agar berbagai potensi persoalan dapat dicegah sejak dini," jelasnya.
Lebih lanjut, Samsur menekankan keberhasilan pengawas tidak cukup diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi juga dari kemampuannya membangun budaya mutu, memperkuat karakter madrasah serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.
"Saya meminta seluruh pengawas meningkatkan frekuensi pembinaan di lapangan. Jangan hanya hadir saat supervisi administrasi, tetapi pastikan setiap madrasah memahami batasan, menjaga etika serta menyelenggarakan kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai Islam dan menjadi teladan bagi masyarakat," terangnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Agama agar memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi citra lembaga. Menurutnya, menjaga nama baik madrasah merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan dan pengawasan yang efektif.
"Satu peristiwa dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap madrasah secara luas. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk menjaga nama baik madrasah dan Kementerian Agama melalui pembinaan yang berkesinambungan," tandasnya.
Melalui pembinaan terpadu ini, Kemenag Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan madrasah agar mampu menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berintegritas serta mampu menjawab harapan masyarakat terhadap pendidikan keagamaan yang bermutu. (mel/fas)
.jpeg)