Adiwiyata MIN 2 Probolinggo Didorong Jadi Budaya Siswa


Maron, Lensaupdate.com - Menjaga lingkungan di madrasah tidak cukup dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih atau mengejar penghargaan Adiwiyata. Di MIN 2 Probolinggo, kepedulian terhadap lingkungan didorong menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian warga madrasah.

Praktik tersebut menjadi salah satu hal yang dipelajari MI Raudhatul Jannah 2 Desa Sumberpoh, Kecamatan Maron, saat melakukan kunjungan study tiru Adiwiyata ke MIN 2 Probolinggo, Senin (21/9/2026).

Sebanyak 15 orang mengikuti kunjungan tersebut. Rombongan tidak hanya melihat lingkungan madrasah, tetapi juga bertukar pengalaman mengenai berbagai upaya membangun budaya sekolah yang bersih, sehat, hijau dan nyaman.

Sejumlah praktik menjadi bahan pembelajaran, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air dan energi, kebersihan lingkungan hingga pembiasaan karakter peduli lingkungan bagi warga madrasah.

Kepala MIN 2 Probolinggo Sumiati mengatakan, keberhasilan program Adiwiyata seharusnya tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh. Hal yang lebih penting adalah bagaimana kepedulian terhadap lingkungan menjadi kebiasaan bersama.

“Karena sejatinya, Adiwiyata bukan sekadar penghargaan. Adiwiyata adalah budaya. Adiwiyata adalah karakter. Adiwiyata adalah gerakan bersama untuk menjaga bumi, melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Sumiati, pembentukan budaya peduli lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah. Kebiasaan tersebut perlu dibangun secara terus-menerus agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya muncul ketika ada program atau penilaian.

Karena itu, kunjungan MI Raudhatul Jannah 2 Sumberpoh dinilai menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman. Praktik yang telah diterapkan di satu madrasah dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain untuk dikembangkan sesuai kondisi masing-masing.

Sumiati berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi menghasilkan gagasan baru yang dapat diterapkan di lingkungan madrasah.

“Semoga dari pertemuan ini lahir semakin banyak inspirasi, inovasi dan kolaborasi untuk kemajuan madrasah dan kelestarian lingkungan,” harapnya.

Sementara Kepala MI Raudhatul Jannah 2 Sumberpoh Mohammad menyampaikan apresiasi atas penerimaan MIN 2 Probolinggo. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus mendapatkan pengalaman mengenai penerapan program Adiwiyata.

“Semoga momentum ini menjadi langkah awal mempererat persaudaraan dan berbagi praktik baik, saling berkolaborasi, bergerak bersama menuju madrasah lebih maju, utamanya dalam melestarikan lingkungan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan dewan guru dan paguyuban wali murid. Keterlibatan berbagai unsur itu menunjukkan bahwa pendidikan kepedulian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab peserta didik atau guru, tetapi membutuhkan dukungan komunitas madrasah.

Bagi MIN 2 Probolinggo, lingkungan yang bersih dan terawat menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Siswa tidak hanya dikenalkan pada pentingnya menjaga lingkungan melalui materi pembelajaran, tetapi juga diarahkan untuk membangun kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertukaran praktik antarmadrasah seperti ini membuka peluang agar pengalaman pengelolaan lingkungan tidak berhenti di satu sekolah. Ketika praktik baik dapat dipelajari dan disesuaikan oleh madrasah lain, gerakan peduli lingkungan berpeluang berkembang menjadi kebiasaan bersama di lingkungan pendidikan. (riz/zid)

Baca Juga :