Maron, Lensaupdate.com - MIN 2 Probolinggo semakin memantapkan langkah menuju predikat Adiwiyata Mandiri dengan memperkuat pembinaan sekolah imbas. Bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, madrasah ini mendampingi SDN Klenang Kidul I dan MI Raudlatul Jannah 2 dalam penerapan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup (GPBLH), Kamis (30/7/2026).
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan sekaligus memastikan sekolah binaan mampu memenuhi indikator Program Adiwiyata secara berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Probolinggo Suryana Nuring Perbawani, Kepala MIN 2 Probolinggo Sumiati serta Ketua Tim Adiwiyata MIN 2 Probolinggo Agustin Waningsih.
Selain memberikan pendampingan kepada sekolah imbas, tim DLH juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi Program Adiwiyata di MIN 2 Probolinggo. Penilaian dimulai dengan meninjau kebersihan lingkungan madrasah, pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, apotek hidup hingga penerapan konservasi air dan energi.
Evaluasi juga menyasar proses pembelajaran di kelas. Tim melihat bagaimana pendidikan lingkungan hidup diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar, mulai dari keberadaan tempat sampah terpilah, pojok literasi lingkungan, media pembelajaran bertema lingkungan hingga keterlibatan aktif peserta didik dalam menjaga kebersihan sekolah.
Tidak hanya itu, tim evaluator berdialog langsung dengan guru dan siswa untuk mengetahui sejauh mana budaya peduli lingkungan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga madrasah. Berbagai inovasi yang ditampilkan menunjukkan bahwa nilai-nilai Adiwiyata tidak hanya menjadi program, tetapi telah berkembang menjadi budaya sekolah.
Kepala MIN 2 Probolinggo Sumiati mengatakan pendampingan kepada sekolah imbas merupakan bentuk komitmen madrasah dalam menyebarluaskan praktik baik pengelolaan lingkungan kepada satuan pendidikan lain.
"Pendampingan ini merupakan upaya bersama untuk memperluas praktik baik Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup. Kami ingin semangat menjaga lingkungan tidak hanya tumbuh di MIN 2 Probolinggo, tetapi juga menyebar ke sekolah-sekolah imbas sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang hijau, sehat dan berkelanjutan," katanya.
Menurut Sumiati, keberhasilan Program Adiwiyata tidak hanya diukur dari kelengkapan sarana pendukung, tetapi juga perubahan perilaku seluruh warga sekolah dalam mencintai dan menjaga lingkungan.
"Semangat kolaborasi, komitmen dan kerja nyata seluruh warga sekolah menjadi modal utama dalam mewujudkan sekolah yang bersih, hijau, sehat dan berkarakter peduli lingkungan. Kami mengucapkan terima kasih kepada tim DLH, para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik dan seluruh pihak yang terus memberikan dukungan," ujarnya.
Ia mengajak seluruh sekolah terus berinovasi dan memperkuat pendidikan karakter berbasis lingkungan agar semakin banyak sekolah di Kabupaten Probolinggo yang mampu meraih predikat Adiwiyata Nasional hingga Adiwiyata Mandiri.
Sumiati menambahkan, hasil evaluasi dari DLH menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan.
"Melalui proses evaluasi ini kami semakin termotivasi untuk terus berinovasi, memperkuat budaya peduli lingkungan dan menjaga komitmen agar MIN 2 Probolinggo menjadi madrasah yang unggul, berbudaya lingkungan serta siap melangkah menuju predikat Madrasah Adiwiyata Mandiri," pungkasnya. (mel/fas)
