Probolinggo, Lensaupdate.com - Terobosan inovasi budidaya udang vanamei di Kabupaten Probolinggo memasuki babak baru. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (Unibraw) bersama Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo berhasil melakukan panen perdana program Bumi Kraksaan (Budidaya Udang Vaname Kolam Bundar Menggunakan RAS Media Air Laut Buatan) di Laboratorium Perikanan Air Laut/Payau Unibraw Jalan Hayam Wuruk Kelurahan Jati Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Selasa (2/12/2025).
Panen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan inovasi daerah Bumi Kraksaan yang selama ini dirintis oleh Diskan Kabupaten Probolinggo dan dikembangkan melalui kolaborasi riset bersama FPIK Unibraw. Sistem RAS (Recirculation Aquaculture System) dengan air laut buatan dipilih untuk menjawab tantangan keterbatasan air laut alami sekaligus meningkatkan produktivitas budidaya secara efisien dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FPIK Unibraw Prof. Asep beserta jajaran staf, unsur swasta dari PT Matahari Sakti (MS) Surabaya selaku perusahaan pakan ikan, Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Achmad Aruman serta Kepala Bidang Bina Usaha Perikanan Diskan Kabupaten Probolinggo yang sekaligus Inovator Bumi Kraksaan Asmiyati Kurnianingsih.
Setelah prosesi panen dan diskusi teknis, rombongan melanjutkan peninjauan ke Gedung Eks Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo sebagai tindak lanjut rekomendasi TP2D. Lokasi tersebut digodok sebagai sarana pembelajaran rencana pendidikan vokasi FPIK Unibraw guna memperkuat hilirisasi ilmu pengetahuan perikanan di Kabupaten Probolinggo.
Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Achmad Aruman menyampaikan panen perdana ini bukan sekadar capaian teknis, namun penanda lahirnya model kolaborasi baru antara pemerintah daerah, akademisi dan sektor swasta. “Bumi Kraksaan bukan hanya proyek budidaya, tetapi wadah transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM perikanan dan langkah konkret menuju kemandirian produksi di daerah,” ungkapnya.
Menurut Aruman, keberhasilan ini menjadi pembuktian bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki peluang besar dalam industri budidaya modern. “Dengan RAS dan air laut buatan, kita tidak lagi terpaku pada lokasi pesisir. Teknologi ini sangat memungkinkan diterapkan oleh pembudidaya di berbagai wilayah,” jelasnya.
Aruman menekankan pentingnya keberlanjutan program ke depan. “Panen perdana ini baru tahap awal. Kami akan memperluas edukasi dan pengembangan, termasuk menggandeng swasta untuk memperkuat pasar, investasi dan pendampingan teknis bagi pembudidaya,” tegasnya.
Lebih lanjut Aruman menegaskan rencana pendirian fasilitas pendidikan vokasi menjadi strategi penting untuk mencetak tenaga ahli lokal yang berdaya saing. “Kami ingin Kabupaten Probolinggo melahirkan SDM perikanan yang unggul, bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai inovator dan pelaku industri budidaya modern,” tambahnya.
Melalui kolaborasi multipihak, Diskan Kabupaten Probolinggo berharap Bumi Kraksaan dapat melahirkan model bisnis dan teknologi budidaya berbasis riset terapan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kontribusi sektor perikanan daerah terhadap perekonomian regional. (mel/fas)
