Maron, Lensaupdate.com - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Probolinggo menggelar kegiatan Gema Rindu Ramadhan (Gerakan Menyantuni Ribuan Kaum Dhuafa dan Santunan Anak Yatim) sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan sekaligus penanaman nilai kepedulian sosial bagi para siswa selama bulan suci Ramadhan.
Pada Senin (9/3/2026), kegiatan tersebut dilaksanakan di Mushollah Nurul Jannah Blok Kacangan Desa Brani Kulon Kecamatan Maron yang diasuh oleh Ustadz Wawan. Dalam kegiatan itu para siswa melaksanakan tadarus keliling, wakaf Al-Qur’an serta pembagian zakat fitrah kepada masyarakat sekitar.
Sebanyak 50 paket zakat fitrah disalurkan kepada warga yang membutuhkan di rumah salah satu wali murid, Azka. Penyaluran zakat ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan empati serta kepedulian sosial di kalangan siswa sejak dini.
Kepala MIN 2 Probolinggo Sumiati mengatakan kegiatan Gema Rindu Ramadhan merupakan program tahunan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadhan. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an para siswa, tetapi juga membentuk karakter yang peduli terhadap sesama.
“Program tadarus keliling ini kami lakukan agar anak-anak MIN 2 Probolinggo memiliki keberanian dan kesiapan untuk bertadarus Al-Qur’an di lingkungan rumah maupun masyarakat sekitar. Selain itu melalui Gema Rindu Ramadhan kami juga ingin menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama, khususnya kepada kaum dhuafa dan anak yatim,” ujarnya.
Sumiati menjelaskan rangkaian kegiatan Gema Rindu Ramadhan telah dimulai sejak Kamis (5/3/2026) dengan kegiatan tadarus keliling dan wakaf Al-Qur’an di Mushollah Nurul Hasan Blok Barat Sawah Desa Brani Kulon Kecamatan Maron yang diasuh oleh Ustadz Sohed.
Selain pembagian zakat fitrah, program ini juga mencakup santunan bagi anak yatim, kaum dhuafa serta anak penyandang disabilitas. MIN 2 Probolinggo juga memberikan bantuan sarana prasarana untuk Masjid Nurul Qur’an Desa Brani Kulon senilai Rp2.500.000.
“Melalui kegiatan ini kami berharap keberkahan Ramadhan dapat dirasakan bersama, sekaligus membentuk generasi yang cinta Al-Qur’an dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (ren/zid)
