OLIPS Jatim 2026 Jadi Ajang Prestasi dan Pembentukan Karakter Siswa


Kraksaan, Lensaupdate.com - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kabupaten Probolinggo sukses menggelar grand final Olimpiade IPS (OLIPS) tingkat Jawa Timur tahun 2026 di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari peserta maupun pendamping siswa dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Grand final OLIPS dihadiri Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono didampingi Sekretaris Disdikdaya Yunita Nur Laili, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Eksi Wulandari dan Kepala Bidang Pembinaan SMP Like Lidyawati.

Pada tahap penyisihan, kompetisi ini diikuti sekitar 650 peserta dari 16 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 peserta terbaik berhasil lolos ke babak grand final.

Peserta berasal dari Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Jombang, Kediri, Blitar, Trenggalek, Bojonegoro, Pamekasan hingga Nganjuk.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, juara pertama diraih Fahri Zahidan Kurniawan dari SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro, juara kedua Purusarsabha Ahza Farzana Tuluizqi dari SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro dan juara ketiga Assyifa Dinda Azzahra dari SMPN 2 Jember.

Sementara juara harapan pertama diraih Amelia Dwi Amanda dari SMPN 1 Dringu dan juara harapan kedua Zidna Syarofa Nural Ain dari MTsN 1 Kota Malang.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan OLIPS menjadi wadah penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun mental berkompetisi.

“Melalui kegiatan ini anak-anak mendapatkan pengalaman berkompetisi yang sehat sekaligus kesempatan menunjukkan hasil belajar mereka. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang untuk seluruh mata pelajaran,” katanya.

Menurut Like, kompetisi akademik juga mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa dan memotivasi mereka untuk terus belajar.

“OLIPS bukan hanya tentang mencari juara, tetapi bagaimana anak-anak berani tampil, belajar dan mengembangkan potensinya,” tambahnya.

Like turut mengapresiasi kekompakan MGMP IPS Kabupaten Probolinggo yang dinilai sukses menyelenggarakan kegiatan hingga berjalan meriah dengan dukungan berbagai pihak termasuk CSR.

Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta dalam pelaksanaan OLIPS tingkat Jawa Timur tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah terselenggara untuk kedua kalinya di Kabupaten Probolinggo dan antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan semangat belajar anak-anak terus meningkat,” ujarnya.

Menurut Hary, esensi utama kompetisi bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi membentuk karakter peserta didik melalui proses pembelajaran.

“Yang paling penting sebenarnya adalah proses pembelajarannya. Anak-anak belajar disiplin, percaya diri, sportif dan berani tampil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kalau menang jangan sombong, kalau belum berhasil juga jangan berkecil hati karena semua itu bagian dari proses belajar,” terangnya.

Hary berharap OLIPS dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan menjadi agenda pendidikan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo maupun Jawa Timur.

“Kami berharap kegiatan ini bisa terus terlaksana setiap tahun, minimal setiap bulan April, sehingga menjadi kalender kegiatan pendidikan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan generasi-generasi berprestasi yang membanggakan daerah,” pungkasnya. (nab/zid)