Kraksaan, Lensaupdate.com - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kabupaten Probolinggo menggelar monthly meeting di SMP HATI Bilingual Boarding School (BBS) Kraksaan, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan inovasi pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel (IFP) bagi guru Bahasa Inggris tingkat SMP.
Kegiatan yang diikuti 66 guru tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Like Lidyawati.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengapresiasi semangat para guru yang aktif mengikuti MGMP sebagai ruang berbagi pengalaman dan inovasi pembelajaran.
“MGMP ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan baru, ide kreatif dan berbagai terobosan pembelajaran yang dimiliki guru Bahasa Inggris,” katanya.
Menurut Hary, kegiatan MGMP diharapkan mampu melahirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan agar pelajaran Bahasa Inggris semakin diminati siswa.
“Harapan kami mata pelajaran Bahasa Inggris semakin disukai anak-anak melalui pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif,” tegasnya.
Hary juga menekankan pentingnya pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) yang telah tersedia di sekolah sebagai media pembelajaran modern dan inovatif.
“IFP harus dimanfaatkan secara maksimal agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif,” lanjutnya.
Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati memberikan pelatihan pemanfaatan IFP dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Para peserta diajak mengeksplorasi pengalaman, kebutuhan dan harapan terkait penggunaan teknologi di sekolah.
“Kami mendorong guru-guru mengeksplorasi berbagai media pembelajaran berbasis IFP. Antusiasme peserta sangat luar biasa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi dalam beberapa kelompok Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun perangkat ajar kreatif berbasis teknologi. Guru-guru dilatih menghadirkan media pembelajaran interaktif melalui video, presentasi hingga game edukatif.
“Hasilnya sangat baik. Guru-guru mampu membuat media pembelajaran yang lebih kreatif sehingga siswa nantinya lebih tertarik mengikuti pelajaran,” jelasnya.
Sebagai evaluasi, sejumlah kelompok mempresentasikan hasil praktik pembelajaran berbasis IFP di hadapan peserta lainnya. Salah satu kelompok bahkan menampilkan simulasi mengajar Bahasa Inggris interaktif yang mendapat apresiasi dari para guru.
“Semangat guru-guru luar biasa. Mereka mampu menghasilkan inovasi pembelajaran yang maksimal dari kegiatan ini,” pungkasnya.(nab/zid)
