Kraksaan, Lensaupdate.com - Rombongan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) memberikan motivasi kepada siswa SMPIT Permata untuk meningkatkan minat baca dan membangun kebiasaan belajar dalam kunjungan ke Yayasan Islahul Ummah Kraksaan, Jum'at (14/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Program Dosen Pulang Kampung 2026 di Kabupaten Probolinggo. Selain melihat perkembangan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Islahul Ummah, para akademisi IPB memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan para siswa.
Rombongan dipimpin Ketua Tim Guru Besar IPB Prof. Dr. Ir. Abdul Munif, M.Sc. Agr., bersama Prof. Dr. Ir. Hari Wijayanto, M.Si., Prof. Dr. Ir. Elis Nina Herliyana, M.Si. dan Dr. Ir. Yudiwanti Wahyu EK., MS. Mereka didampingi Ikhwan Shodiq Syifaudin, S.Hut., M.Si., Ulan Fitri Sagita, S.Hut. dan Adisti Priyani Wandayanti, S.Hut.
Kedatangan rombongan disambut Ketua Yayasan Islahul Ummah H. Yasin. Sebelum berdialog dengan siswa, rombongan diajak melihat sejumlah unit pendidikan yang dikelola yayasan, mulai dari TPAIT, KBIT, TKIT, SDIT hingga SMPIT Permata.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama siswa SMPIT Permata. Sejumlah siswa tampak aktif mengajukan pertanyaan kepada Prof. Abdul Munif dan rombongan.
Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian berkaitan dengan cara membangun kebiasaan agar lebih rajin membaca. Pertanyaan tersebut kemudian menjadi bahan bagi Prof. Abdul Munif untuk memberikan motivasi mengenai pentingnya literasi bagi pelajar.
Di hadapan para siswa, Munif menekankan bahwa membaca merupakan salah satu cara penting untuk memperluas wawasan dan memperoleh pengetahuan. Kebiasaan membaca, menurutnya, perlu dibangun sejak usia sekolah agar siswa memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi pendidikan pada jenjang berikutnya.
“Anak-anak harus rajin membaca. Membaca itu merupakan jendela dunia. Dengan membaca, kita bisa mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan sehingga bisa lebih maju ke depan,” ungkapnya.
Munif juga mendorong siswa agar tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di dalam kelas. Para siswa perlu memperluas pengetahuan melalui berbagai sumber bacaan sehingga memiliki wawasan yang lebih luas.
Menurutnya, kebiasaan membaca dan belajar yang dibangun sejak SMP akan memberikan manfaat dalam perjalanan pendidikan yang masih panjang. Karena itu, siswa perlu mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Saya mengingatkan bahwa perjalanan pendidikan masih panjang sehingga perlu dibangun dengan kebiasaan belajar yang baik,” jelasnya.
Ia berharap motivasi tersebut dapat mendorong siswa SMPIT Permata lebih konsisten dalam belajar dan membaca. Kebiasaan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membantu siswa mempersiapkan masa depan.
Sementara Ketua Yayasan Islahul Ummah H. Yasin mengapresiasi kunjungan para Guru Besar IPB ke lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Menurutnya, kehadiran akademisi dari perguruan tinggi memberikan pengalaman sekaligus motivasi tersendiri bagi para siswa.
“Sejak tahun 2002, kami ingin membangun lembaga yang bisa membantu bagaimana pendidikan di Kabupaten Probolinggo menjadi lebih baik. Kami juga ingin memberikan alternatif dalam mendidik anak-anak agar menjadi kader pemimpin ke depan,” katanya.
Yasin mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan para akademisi. Terlebih, siswa dapat menyampaikan pertanyaan dan mendapatkan jawaban serta pengalaman dari tokoh yang memiliki latar belakang akademik.
“Kami bersyukur rombongan dari IPB bisa mampir ke Yayasan Islahul Ummah dan melihat perkembangan pendidikan kami, mulai dari TPAIT, KBIT, TKIT, SDIT sampai SMPIT Permata. Kehadiran beliau-beliau tentu menjadi motivasi bagi anak-anak kami,” ujarnya.
Menurut Yasin, antusiasme siswa dalam mengikuti dialog menunjukkan adanya keinginan untuk terus belajar. Pertanyaan mengenai cara agar rajin membaca menjadi salah satu gambaran bahwa siswa membutuhkan dorongan dan strategi untuk membangun kebiasaan literasi.
“Anak-anak tadi juga banyak yang bertanya, salah satunya bagaimana triknya supaya bisa rajin membaca. Ini menunjukkan mereka memiliki keinginan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Kami berharap nasihat yang diberikan Prof. Abdul Munif bisa menjadi motivasi bagi mereka,” terangnya.
Yasin berharap kunjungan Guru Besar IPB tersebut memberikan dampak jangka panjang terhadap semangat belajar siswa. Tidak hanya dalam meningkatkan minat baca, tetapi juga membuka wawasan mengenai pentingnya pendidikan tinggi dan persiapan masa depan.
“Kami berterima kasih atas kehadiran Prof. Abdul Munif, Dr. Ir. Yudiwanti dan seluruh rombongan IPB University. Mudah-mudahan kunjungan ini menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk terus belajar, rajin membaca dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik,” pungkasnya. (nab/zid)
Baca Juga :
