104 Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Jalani KKN Pesantren, Bupati Haris Tekankan Pengabdian Masyarakat


Kraksaan, Lensaupdate.com - Sebanyak 104 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur resmi memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis pesantren di Kabupaten Probolinggo. Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengingatkan para mahasiswa agar menjadikan masa pengabdian sebagai kesempatan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus belajar dari kehidupan pesantren.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Haris saat membuka KKN mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur yang digelar Majelis Al Wafa' Muwasholah Baina Ulama'il Muslimin Cabang Kabupaten Probolinggo di Gedung PCNU Kraksaan, Rabu (22/7/2026).

Acara tersebut dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Chafidzul Hakim Noer, Wakil Ketua Majelis Al Wafa' Muwasholah Jawa Timur Habib Hasan Al-Muhdor, Ketua Majelis Al Wafa' Muwasholah Kabupaten Probolinggo KH. Syakur Dewa, jajaran pimpinan UPN Veteran Jawa Timur, dosen pembimbing lapangan serta civitas akademika.

Sebanyak 104 mahasiswa dibagi ke dalam 10 kelompok untuk melaksanakan pengabdian selama satu bulan di lima pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Nurul Qodim Paiton, Pondok Pesantren Ahbaabul Musthofa Krejengan, Pondok Pesantren Ribath At-Taqwa Krejengan, Pondok Pesantren Darut Tauhid Al Mashudiyyah Krejengan dan Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi'iyyah Paiton.

Dalam arahannya, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga mampu berkontribusi bagi masyarakat di sekitar pesantren.

"Saya berharap kehadiran kalian selama KKN tidak hanya dirasakan oleh pesantren, tetapi juga masyarakat di sekitarnya. Gunakan kesempatan ini untuk berbagi ilmu dan memberikan manfaat yang nyata," katanya.

Menurut Bupati Haris, pengabdian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan memberikan pengalaman berharga sekaligus memperkuat kepedulian sosial mahasiswa.

Ia juga mengajak para peserta KKN memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal kehidupan pesantren secara langsung. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru terhadap pesantren akibat informasi yang beredar di media sosial.

"Melalui KKN ini kalian bisa melihat sendiri bagaimana kehidupan di pesantren. Di sana kalian akan menemukan nilai-nilai pendidikan karakter, kedisiplinan dan kebersamaan yang menjadi kekuatan utama pesantren," ujarnya.

Bupati Haris menilai lingkungan pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda melalui pembiasaan hidup mandiri, pendidikan akhlak dan penguatan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.

"Santri dibentuk menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter. Nilai-nilai itu menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan," jelasnya.

Ia berharap mahasiswa mampu menjadi jembatan kolaborasi antara dunia perguruan tinggi dan pesantren melalui berbagai inovasi, pertukaran pengetahuan serta kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Saya mengucapkan selamat menjalankan KKN. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, membawa keberkahan dan menjadi pengalaman berharga yang bermanfaat bagi masa depan kalian maupun masyarakat Kabupaten Probolinggo," tambahnya.

Sementara Wakil Ketua Majelis Al Wafa' Muwasholah Jawa Timur Habib Hasan Al-Muhdor berharap sinergi dengan UPN Veteran Jawa Timur dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di lingkungan pesantren.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Chafidzul Hakim Noer turut menyambut baik pelaksanaan KKN tersebut. Ia berharap kehadiran para mahasiswa dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pesantren dan masyarakat melalui program-program pengabdian yang bermanfaat. (nab/zid)