Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Tingkatkan Kompetensi Penilik untuk Perkuat Mutu PAUD


Kraksaan, Lensaupdate.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kualitas pengawasan pendidikan melalui peningkatan kapasitas tenaga Penilik. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pembinaan yang digelar di Ruang Agus Salim Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Jumat (14/8/2026).

Pembinaan ini menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat kemampuan Penilik dalam menjalankan tugas pengendalian mutu pendidikan, khususnya pada layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Sebanyak 15 Penilik mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 11 Penilik baru yang telah dilantik dan empat Penilik yang sebelumnya telah menjalankan tugas. Pembinaan dipimpin Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono didampingi Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Eksi Wulandari.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menegaskan Penilik memiliki posisi strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Tugas Penilik tidak sebatas melakukan pengawasan administratif, tetapi juga memastikan program pendidikan berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik.

Menurut Hary, setiap Penilik harus mampu menjalankan tugas secara profesional, disiplin dan berintegritas. Terlebih, tugas yang diemban berkaitan langsung dengan upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di masyarakat.

“Penilik harus memahami bahwa tugas yang diberikan merupakan amanah. Karena itu, harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan integritas, sehingga keberadaan Penilik benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

Hary memberikan perhatian khusus kepada 11 Penilik baru yang mulai menjalankan tugas setelah dilantik. Ia meminta mereka segera mengenali karakteristik wilayah kerja, satuan pendidikan serta berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Pemahaman terhadap kondisi wilayah dinilai penting agar pelaksanaan pembinaan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi mampu memberikan solusi sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

“Penilik harus mampu memahami karakteristik wilayah tugasnya. Jangan hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi harus melihat kondisi nyata di lapangan dan memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi satuan pendidikan,” jelasnya.

Dalam menjalankan tugas, Penilik juga diminta membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Koordinasi dengan pimpinan, sesama Penilik, pengelola satuan pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan hingga pemangku kepentingan lainnya perlu dilakukan secara baik.

Hary berharap keberadaan Penilik dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan, terutama pada jenjang PAUD.

“Saya berharap para Penilik dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang semakin berkualitas, khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” terangnya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Eksi Wulandari menjelaskan bahwa pembinaan diarahkan untuk memperkuat pemahaman Penilik mengenai tugas pokok dan fungsi mereka.

Salah satu fokus utama adalah pengendalian mutu dan evaluasi dampak program PAUD pada jalur pendidikan nonformal dan informal.

“Penilik mempunyai tugas strategis dalam melaksanakan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program PAUD pada jalur pendidikan non formal dan informal. Karena itu, Penilik harus memahami tugasnya secara menyeluruh,” jelasnya.

Menurutnya, pengendalian mutu pendidikan membutuhkan proses yang sistematis. Penilik harus mampu melakukan perencanaan mutu, pemantauan dan penilaian, pembimbingan, pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan hingga mengevaluasi dampak program yang telah dilaksanakan.

Dengan demikian, hasil pengawasan tidak berhenti pada temuan di lapangan. Setiap hasil pemantauan harus dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah perbaikan berikutnya.

“Tidak berhenti pada pemantauan, Penilik juga harus mampu memberikan pembimbingan dan pembinaan. Hasil pengendalian mutu kemudian harus disusun dalam laporan yang dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut,” ungkapnya.

Dalam pembinaan tersebut, Disdikdaya juga mendorong adanya transfer pengalaman antara Penilik lama dan Penilik baru. Penilik yang telah lebih dahulu bertugas dinilai memiliki pengalaman berharga mengenai mekanisme kerja maupun karakteristik wilayah binaan.

Eksi meminta Penilik baru tidak ragu untuk belajar dan berkomunikasi dengan Penilik yang lebih berpengalaman.

“Penilik lama diharapkan dapat membantu dan mendampingi Penilik baru, terutama dalam berbagi pengalaman mengenai mekanisme kerja dan kondisi wilayah. Dengan komunikasi yang baik, proses penyesuaian tugas akan lebih mudah,” tuturnya.

Selain kompetensi teknis, para Penilik juga kembali diingatkan mengenai pentingnya kedisiplinan dan objektivitas. Ketepatan waktu, ketertiban administrasi, tanggung jawab serta sikap objektif dalam melakukan pengendalian mutu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalitas Penilik.

Pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan pemahaman, tetapi berlanjut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Penilik diharapkan mampu menerapkan hasil pembinaan untuk memperbaiki kualitas pengawasan, pembinaan dan evaluasi program pendidikan di wilayah masing-masing.

“Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh Penilik mampu meningkatkan kinerja dan menjalankan fungsi secara optimal. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan mutu program PAUD di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Penguatan kapasitas tenaga Penilik menjadi salah satu bagian penting dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas. Dengan Penilik yang profesional, responsif dan memahami kondisi lapangan, proses pembinaan satuan pendidikan diharapkan semakin efektif sehingga layanan PAUD di Kabupaten Probolinggo dapat terus berkembang. (nab/zid)

Baca Juga :