Seminar Parenting Permata Kraksaan Perkuat Peran Orang Tua Bentuk Karakter Anak


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Peran keluarga, terutama orang tua, menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, kebiasaan dan mental anak sejak usia dini. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Parenting TPA, KB dan TKIT Permata Kraksaan yang digelar di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (11/8/2026).

Seminar parenting di Kabupaten Probolinggo tersebut mengangkat tema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mewujudkan Generasi Berkarakter, Sholih dan Tangguh” dengan menghadirkan Adri Suyanto sebagai pemateri. Kegiatan diikuti ratusan orang tua dan wali murid yang antusias mengikuti materi sekaligus berdiskusi mengenai tantangan mendidik anak di tengah perubahan zaman.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TPA, KB dan TKIT Permata Kraksaan memperkuat hubungan antara keluarga dan sekolah. Keselarasan pola pendidikan dinilai penting agar anak memperoleh pembiasaan dan nilai yang konsisten, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun saat bersama keluarga.

Dalam pemaparannya, Adri Suyanto menekankan tiga karakter yang perlu ditanamkan sejak anak masih berada pada usia dini, yakni berkarakter, sholih dan tangguh. Ketiga aspek tersebut dinilai saling berkaitan dalam membentuk anak yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai akhlak, kemandirian dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan.

“Karakter tercermin melalui sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab serta memiliki akhlak yang baik. Sementara sifat sholih diarahkan pada pembentukan anak yang taat beribadah dan memiliki adab kepada Allah, orang tua maupun guru,” ujarnya.

Menurut Adri, karakter tangguh juga perlu dibangun sejak dini. Anak perlu dibiasakan memiliki mental yang kuat, mampu mengambil tanggung jawab sesuai usianya serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

“Anak hebat lahir dari rumah hebat dan sekolah yang mendukung. Guru mendidik di sekolah, orang tua menguatkan di rumah. Kalau dua ini nyambung, Insya Allah anak kita jadi generasi emas,” tegasnya.

Ia menilai komunikasi antara orang tua dan sekolah menjadi salah satu kunci penting dalam proses pendidikan. Orang tua perlu mengetahui perkembangan anak di sekolah, sementara guru juga perlu memahami kebiasaan serta karakter anak ketika berada di rumah. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan dalam tumbuh kembang anak dapat ditangani secara bersama.

Materi seminar juga menyentuh sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan keluarga. Para peserta mendapatkan ruang untuk berdiskusi mengenai pola asuh, komunikasi antara orang tua dan anak, hubungan suami istri dalam mendidik anak hingga tantangan penggunaan gadget.

Ketua Yayasan Ishlahul Ummah H. Yasin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sekolah untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola pengasuhan anak.

“Kami ingin orang tua dan guru punya satu frekuensi dalam mendidik anak. Tujuannya sama, mencetak generasi yang berkarakter, sholih dan tangguh untuk agama, bangsa dan negara,” ujarnya.

Antusiasme orang tua terlihat dari keterlibatan mereka selama sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan untuk mendapatkan perspektif mengenai cara menghadapi persoalan pengasuhan yang semakin kompleks.

Kepala TKIT Permata Kraksaan Anita Suprististiwaningsih mengapresiasi kehadiran para orang tua dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan keluarga menjadi dukungan penting bagi sekolah dalam menjalankan proses pendidikan.

“Alhamdulillah atas karunia Allah SWT telah terlaksana Seminar Parenting TPA-KB-TKIT Permata Kraksaan bersama Bapak Adri Suyanto. Terima kasih kepada seluruh Ayah Bunda yang sudah hadir dan berpartisipasi aktif. Semoga ilmu yang didapat bisa kita amalkan bersama demi anak-anak hebat Indonesia,” tuturnya.

Melalui seminar parenting ini, TPA, KB dan TKIT Permata Kraksaan berharap kemitraan antara sekolah dan keluarga semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang konsisten sehingga anak tumbuh menjadi pribadi berkarakter, sholih, mandiri dan tangguh dalam menghadapi masa depan. (nab/zid)

Baca Juga :