Sumberasih, Lensaupdate.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sumberasih terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Pembinaan dan Penguatan Profesionalitas Guru PPPK Penuh Waktu dan PPPK Paruh Waktu di lingkungan Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Sumberasih.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bromo View Probolinggo, Rabu (5/8/2026), diikuti 167 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu. Selain menjadi ajang peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara organisasi profesi guru, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam mewujudkan mutu pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Probolinggo.
Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Eksi Wulandhari, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim, Ketua PGRI Kecamatan Sumberasih Nuradenan, kepala sekolah TK, SD, SMP, serta para pengawas sekolah di wilayah Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sumberasih.
Ketua PGRI Kecamatan Sumberasih Nuradenan mengatakan kegiatan pembinaan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme guru PPPK agar semakin siap menjalankan tugas sebagai pendidik yang mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Menurutnya, guru saat ini dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, sosial, profesional, dan kepribadian yang kuat sehingga mampu menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan berkualitas.
"Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara guru, PGRI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Pemerintah Kabupaten Probolinggo," ujarnya.
Nuradenan menjelaskan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang unggul. Karena itu, pembinaan profesionalitas harus dilakukan secara berkelanjutan agar para guru mampu beradaptasi terhadap perkembangan kurikulum, teknologi pembelajaran, serta kebutuhan peserta didik yang semakin dinamis.
"Guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, sosial dan kepribadian yang mampu menjawab tantangan zaman," jelasnya.
Hal menarik dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah seluruh pembiayaan berasal dari swadaya para guru PPPK. Menurut Nuradenan, kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran organisasi, melainkan lahir dari semangat kebersamaan dan kepedulian para peserta terhadap peningkatan kompetensi profesinya.
"Perlu kita ketahui bersama bahwa kegiatan pembinaan dan penguatan profesionalitas PPPK penuh waktu dan PPPK paruh waktu ini menggunakan dana sendiri. Artinya, kegiatan ini tidak memakai anggaran organisasi. Kegiatan ini terlaksana sesuai rencana sendiri, dari mereka, oleh mereka dan untuk mereka," tambahnya.
Semangat gotong royong tersebut menunjukkan tingginya kesadaran para guru terhadap pentingnya pengembangan kompetensi sebagai bagian dari tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menilai pembinaan profesionalitas guru menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Menurutnya, mutu pendidikan sangat bergantung pada kualitas tenaga pendidik sebagai ujung tombak proses pembelajaran.
"Pembinaan dan penguatan profesionalitas guru adalah hal yang sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas pendidik, meningkatkan kemampuan mengajar, membimbing dan juga mengevaluasi peserta didik," katanya.
Sekda Ugas berharap seluruh guru PPPK memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi pedagogik, serta memperkuat kemampuan profesional agar mampu memberikan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung terhadap kualitas proses belajar mengajar di sekolah, sekaligus mendukung lahirnya sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Probolinggo.
"Dengan dilaksanakannya pembinaan dan penguatan profesionalitas bagi PPPK penuh waktu dan PPPK paruh waktu ini, akan tercapai peningkatan mutu pembelajaran, penguasaan kompetensi pedagogik serta profesional yang adaptif terhadap kurikulum, sehingga tercipta lingkungan belajar yang efektif guna melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia," terangnya.
Selain memperkuat kompetensi individu, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarguru dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan, mulai dari implementasi kurikulum, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, hingga strategi meningkatkan motivasi belajar siswa.
Melalui diskusi dan pembinaan tersebut, para guru diharapkan mampu saling bertukar praktik baik (best practices) sehingga kualitas pembelajaran di setiap sekolah dapat terus meningkat.
PGRI Kecamatan Sumberasih berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi tenaga pendidik. Organisasi profesi guru juga berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
Dengan meningkatnya kompetensi dan profesionalisme guru PPPK, diharapkan proses pembelajaran di sekolah menjadi semakin berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan, serta mampu melahirkan generasi muda Kabupaten Probolinggo yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan memiliki daya saing di masa depan. (put/fas)
Baca Juga :
