Gending, Lensaupdate.com - Paguyuban Kepala Desa (Kades) Kecamatan Pajarakan melakukan studi tiru mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan di Kecamatan Gending, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis desa yang ditargetkan berjalan di seluruh desa di Kecamatan Pajarakan pada tahun 2026.
Rombongan yang terdiri atas kepala desa se-Kecamatan Pajarakan didampingi Kasi Ekonomi dan Pembangunan, Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Pajarakan serta pendamping desa. Kedatangan mereka disambut Camat Gending Winda Permata Erianti di Pendopo Kecamatan Gending.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Pajarakan Sudarmono bersama Camat Dringu Indah Rohani, Camat Besuk Handik Hariyanto, Camat Leces M. Sigit Pujotomo, Camat Maron Nurhafiva dan Camat Banyuanyar Hudan Kurniawan.
Selain menjadi ajang berbagi pengalaman, studi tiru ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas aparatur Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Pajarakan. Peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan sampah terpadu, pembuatan eco enzyme hingga pengembangan bank sampah di Desa Sebaung, Kecamatan Gending.
Camat Pajarakan Sudarmono mengatakan Kecamatan Gending dipilih karena dinilai berhasil menerapkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat dijadikan referensi bagi desa-desa di wilayahnya.
“Target kami, pada tahun 2026 seluruh desa di Kecamatan Pajarakan sudah memiliki rencana pengelolaan sampah yang tersusun secara sistematis dan terintegrasi. Pekan depan seluruh kepala desa akan mempresentasikan rencana tindak lanjut di desa masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah bukan hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan bank sampah dan pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai tambah seperti eco enzyme.
“Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat kolaborasi serta membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara Camat Gending Winda Permata Erianti mengapresiasi dipilihnya Kecamatan Gending sebagai lokasi studi tiru. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, masyarakat dan para pengelola bank sampah.
“Studi tiru ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola sampah secara efektif dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh peserta dapat diterapkan di wilayah masing-masing sehingga pengelolaan sampah tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
“Semoga praktik baik yang diperoleh di Kecamatan Gending dapat diimplementasikan di setiap desa, sehingga sampah dapat diolah menjadi sumber manfaat dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (mel/fas)
