PKBM Bintang Ansoruna Perluas Akses Pendidikan Kesetaraan di Kecamatan Bantaran


Bantaran, Lensaupdate.com - Kesempatan memperoleh pendidikan bagi masyarakat yang belum menuntaskan jenjang sekolah formal terus diperluas melalui pendidikan nonformal. PKBM Bintang Ansoruna Bantaran, Kabupaten Probolinggo, menjadi salah satu lembaga yang menyediakan akses pendidikan kesetaraan melalui Program Paket A, B dan C.

Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan pelepasan peserta didik akhir Tahun Pelajaran 2025/2026 sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) bagi warga belajar baru Tahun Pelajaran 2026/2027, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan menjadi momentum bagi PKBM Bintang Ansoruna untuk memberikan apresiasi kepada warga belajar yang telah menyelesaikan pendidikan sekaligus menyambut peserta didik baru yang akan menempuh pendidikan melalui jalur nonformal.

Peserta kegiatan terdiri atas lulusan Program Kesetaraan Paket B dan C Tahun Pelajaran 2025/2026 serta warga belajar baru Program Paket A, B dan C untuk tahun pelajaran 2026/2027.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Bantaran Junaedi, Pengawas Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Bantaran, Penilik PAUD Kecamatan Bantaran, tokoh masyarakat, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo serta Ketua FK-PKBM Kabupaten Probolinggo Mohamad Holili.

Camat Bantaran Junaedi mengatakan keberadaan PKBM memiliki posisi strategis dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada masyarakat yang karena berbagai kondisi belum dapat menyelesaikan pendidikan formal.

Menurutnya, program kesetaraan dapat menjadi jalan bagi anak tidak sekolah maupun masyarakat yang pernah putus sekolah untuk kembali belajar dan mendapatkan ijazah yang setara dengan pendidikan formal.

“PKBM ini memberikan kesempatan kepada warga, terutama generasi muda yang belum menamatkan sekolahnya, untuk melanjutkan pendidikan bagi yang putus sekolah dan mendapatkan ijazah yang setara dengan pendidikan formal,” ujarnya.

Junaedi menilai semakin luasnya akses pendidikan juga berpotensi mendukung peningkatan rata-rata lama sekolah masyarakat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Namun, ia mengingatkan pendidikan kesetaraan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Warga belajar juga perlu mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Selain pendidikan akademik, keterampilan juga penting diberikan kepada warga belajar sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan,” terangnya.

Sementara Ketua FK-PKBM Kabupaten Probolinggo Mohamad Holili menjelaskan kegiatan tersebut memiliki dua agenda utama, yakni pelepasan warga belajar yang telah menyelesaikan pendidikan dan pengenalan lingkungan bagi peserta didik baru.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyerahan ijazah secara simbolis kepada lulusan Program Kesetaraan Paket B dan C. Sementara MPLS dimanfaatkan untuk memperkenalkan lingkungan belajar, sistem pembelajaran serta membangun kesepakatan antara pengelola PKBM dan warga belajar.

“Program ini juga menjadi bagian dari upaya pengentasan anak tidak sekolah untuk mendongkrak angka rata-rata lama sekolah, khususnya bagi warga Kecamatan Bantaran dan sekitarnya,” ujarnya.

Holili menjelaskan PKBM Bintang Ansoruna tidak hanya menyediakan pendidikan kesetaraan. Lembaga tersebut juga memiliki layanan pendidikan prasekolah melalui PAUD Satuan Pendidikan Sejenis (SPS) serta program vokasi di bidang pertanian dan peternakan.

Konsep pembelajaran dirancang fleksibel agar dapat menyesuaikan kondisi warga belajar yang memiliki latar belakang pekerjaan, ekonomi dan geografis yang berbeda.

“Konsep pembelajaran dirancang agar tetap efektif, nyaman dan fleksibel. Hal ini disesuaikan dengan kondisi warga belajar yang memiliki latar belakang pekerjaan, kondisi ekonomi maupun geografis yang beragam,” jelasnya.

Pendekatan tersebut memungkinkan masyarakat tetap memperoleh pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas lain yang menjadi tanggung jawab mereka.

Selain mengejar kesetaraan pendidikan, PKBM Bintang Ansoruna juga mengarahkan pembelajaran pada penguatan life skill. Warga belajar diharapkan memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan untuk menunjang kehidupan maupun mengembangkan potensi ekonomi.

“Pendidikan kesetaraan di PKBM Bintang Ansoruna diarahkan untuk mengembangkan life skill, sehingga warga belajar tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Holili.

Keberadaan PKBM Bintang Ansoruna menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Bantaran dan sekitarnya. Melalui pembelajaran yang lebih fleksibel serta dukungan program keterampilan, warga yang sebelumnya terkendala mengikuti pendidikan formal tetap memiliki kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya.

Program tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo. (cit/fas)

Baca Juga :