Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Monev TKA Paket B, Perkuat Sinergi Pendidikan Kesetaraan


Gading, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pendidikan kesetaraan Paket B di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayah Kabupaten Probolinggo, Sabtu hingga Selasa (11–14/4/2026).

Kegiatan monev ini mencakup sejumlah PKBM di antaranya PKBM Barokah Kecamatan Bantaran, PKBM Mandiri Kecamatan Leces, PKBM Gemilang Kecamatan Sukapura, PKBM Nurul Barokah dan PKBM Tegar Mandiri Kecamatan Besuk, PKBM Insan Cendekia Kecamatan Besuk, PKBM Ki Hajar Dewantara Kecamatan Gending, PKBM Setia Kecamatan Sumberasih, PKBM Nurul Falah Kecamatan Paiton, PKBM Kartini Kecamatan Maron, PKBM Sekarsari Kecamatan Pakuniran, PKBM Trisaksi Kecamatan Gading, PKBM Bintang Ansoruna Kecamatan Bantaran serta SKB Kraksaan.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Amik Mutammimah menjelaskan TKA merupakan evaluasi akademik yang bersifat sukarela untuk mengukur capaian belajar peserta didik secara terstandar.

“TKA di PKBM bertujuan memvalidasi hasil akademik, meningkatkan motivasi belajar serta menjadi bahan pertimbangan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, hasil TKA berupa sertifikat dapat dimanfaatkan sebagai jalur prestasi sekaligus menjadi validator rapor yang setara dengan pendidikan formal. Untuk Paket B, materi yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika.

“Pelaksanaan TKA dilakukan secara profesional dan transparan, biasanya didahului dengan simulasi atau gladi bersih. Meski bersifat sukarela, peserta didik sangat dianjurkan untuk mengikuti tes ini karena manfaatnya cukup besar,” jelasnya.

Lebih lanjut Amik menegaskan keberadaan PKBM memiliki peran strategis dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan.

“PKBM tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi lintas OPD, termasuk Bapelitbangda dan Dinas PMD, karena peserta didik ini mayoritas berasal dari masyarakat desa,” terangnya.

Namun demikian, dari hasil monev di lapangan masih ditemukan sejumlah kendala. Salah satunya terjadi di PKBM Gemilang Kecamatan Sukapura, di mana tingkat kehadiran peserta ujian masih di bawah 50 persen sehingga akan dilaksanakan tes susulan.

Disdikdaya berharap melalui monev ini kualitas pelaksanaan TKA di seluruh PKBM dapat terus meningkat, sekaligus mendorong terwujudnya pendidikan kesetaraan yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo. (ren/zid)