SDN Sebaung I Ajarkan Kewirausahaan Berbasis Growth Mindset Siswa


Gending, Lensaupdate.com - Semangat membangun jiwa kewirausahaan mulai ditanamkan sejak bangku sekolah dasar. SDN Sebaung I Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, menghadirkan pembelajaran berbasis praktik melalui program Gelar Kewirausahaan for Growth Mindset, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami proses membangun sebuah usaha. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi diwujudkan melalui aktivitas merancang produk, menghitung modal, melakukan produksi, menentukan harga, mengemas hingga memasarkan barang.

Melalui program tersebut, siswa diajak memahami bahwa kewirausahaan bukan semata-mata tentang memperoleh keuntungan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi sarana melatih keberanian, kreativitas, tanggung jawab, kerja sama serta kemampuan mengambil keputusan.

Kepala SDN Sebaung I Irawan mengatakan program kewirausahaan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah menerjemahkan pembelajaran agar lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pendidikan di sekolah dasar tidak cukup hanya membekali anak dengan kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Siswa juga membutuhkan pengalaman yang dapat membangun karakter dan pola pikir berkembang atau growth mindset.

“Melalui kegiatan ini anak tidak hanya belajar membaca, menulis dan berhitung, tetapi mendapatkan pengalaman menerapkan pembelajaran dalam kehidupan nyata,” ujarnya.

Irawan menjelaskan, kegiatan kewirausahaan sekaligus menjadi sarana mengintegrasikan berbagai mata pelajaran. Siswa diajak mencari informasi, menentukan produk, menghitung kebutuhan modal, melakukan produksi hingga menata tempat penjualan.

Mereka juga belajar bekerja dalam kelompok dan menghitung hasil usaha. Setiap tahapan memberikan pengalaman bagi siswa untuk memahami bahwa sebuah usaha membutuhkan proses, ketekunan dan kemampuan menyelesaikan masalah.

“Proses tersebut memberikan pengalaman penting bagi siswa untuk memahami bahwa pembelajaran dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Akhmad Arief Hermawan. Ia menilai program tersebut menjadi langkah positif untuk menumbuhkan keberanian siswa dalam mengenal dunia usaha sejak dini.

“Ini merupakan upaya sekolah memberikan penguatan kepada peserta didik dalam membangun semangat kewirausahaan sekaligus menumbuhkan semangat berusaha dan berwirausaha,” katanya.

Sementara Sekretaris Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Purnomo menilai pembelajaran melalui pengalaman langsung dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir dan karakter peserta didik.

“Ketekunan dalam menjalani proses akan menjadi modal penting bagi anak untuk berkembang dan meraih prestasi. Dengan kegiatan Gelar Kewirausahaan for Growth Mindset, saya melihat kecerdasan anak-anak akan tumbuh dan berkembang karena dilatih terus-menerus,” ungkapnya.

Purnomo menegaskan pendidikan kewirausahaan di jenjang sekolah dasar tidak boleh hanya diarahkan pada orientasi keuntungan. Nilai yang jauh lebih penting adalah proses membentuk karakter anak.

“Kegiatan tersebut juga menjadi media untuk menanamkan kerja sama, kejujuran, tanggung jawab dan kepedulian sosial,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purnomo juga mengenalkan konsep 4P, yakni product, price, packaging dan promotion. Keempat unsur tersebut menjadi dasar yang perlu dipahami siswa ketika mengenal proses kewirausahaan.

Siswa diajak memahami bahwa produk harus memiliki kualitas, harga perlu disesuaikan, kemasan dibuat menarik dan promosi dilakukan secara kreatif agar produk dapat dikenal masyarakat.

Menurut Purnomo, perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Media sosial seperti TikTok maupun kanal media sekolah dapat digunakan untuk mengenalkan produk sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kreativitas siswa.

Program Gelar Kewirausahaan for Growth Mindset tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat menjadi ruang bagi siswa untuk berani mencoba, menghadapi kesalahan dan mencari solusi.

Dukungan guru, sekolah dan orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendorong anak untuk terus berkembang. Melalui pengalaman tersebut, SDN Sebaung I berharap siswa tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, percaya diri dan memiliki pola pikir berkembang dalam menghadapi tantangan masa depan. (nab/zid)

Baca Juga :