Sukapura, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperkuat pemerataan akses pendidikan anak usia dini melalui program PAUD-SD Satu Atap (Satap). Program tersebut resmi diluncurkan di SDN Sariwani 2 dan SDN Sapikerep 3 Kecamatan Sukapura oleh Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di SDN Sariwani 2 Kecamatan Sukapura ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang lebih dekat bagi anak-anak, terutama masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis serta akses pendidikan yang relatif terbatas.
Peluncuran PAUD-SD Satap tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ning Marisa bersama Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris. Keduanya kemudian meninjau proses pembelajaran serta berdialog dengan guru dan peserta didik.
Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris menegaskan kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas sejak usia dini, tanpa memandang lokasi tempat tinggal maupun kondisi geografis wilayahnya,” katanya.
Menurut Ning Marisa, masa usia dini merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang anak. Karena itu, keberadaan layanan PAUD yang berkualitas perlu diperkuat agar anak memiliki fondasi pendidikan yang baik sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Masa usia dini merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak. Karena itu, keberadaan layanan PAUD yang berkualitas harus terus diperkuat agar setiap anak memperoleh fondasi pendidikan yang baik sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya,” jelasnya.
Ning Marisa menjelaskan, PAUD-SD Satu Atap tidak hanya dimaknai sebagai penggabungan layanan pendidikan dalam satu lokasi. Lebih jauh, program tersebut menjadi upaya memperluas kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan prasekolah secara lebih mudah dan merata.
“Program PAUD-SD Satu Atap bukan sekadar upaya mendekatkan lokasi sekolah. Lebih dari itu, PAUD-SD Satap menjadi bagian dari ikhtiar menciptakan kesempatan pendidikan yang lebih adil bagi seluruh anak di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Keberhasilan program tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan sekolah, pemerintah desa, orang tua hingga dunia usaha.
“Yang dimaksud semesta ini pemerintah, desa, guru, orang tua dan CSR bergerak bersama untuk satu tujuan, memberikan pelayanan terbaik untuk peningkatan mutu pendidikan anak-anak PAUD,” terangnya.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan program PAUD-SD Satu Atap menjadi salah satu langkah daerah dalam mendukung kebijakan nasional terkait penguatan wajib belajar 13 tahun.
“Program PAUD-SD Satu Atap diarahkan untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah selama satu tahun sebelum memasuki jenjang sekolah dasar,” ungkapnya.
Program tersebut mendapat pendampingan dari Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), kemitraan Pemerintah Indonesia-Australia. Kehadiran PAUD-SD Satap di Kecamatan Sukapura diharapkan mampu menjadi solusi untuk memperluas layanan pendidikan prasekolah, khususnya di kawasan yang menghadapi tantangan geografis.
Peresmian juga dihadiri Tim Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI untuk mendokumentasikan praktik baik pelaksanaan piloting PAUD-SD Satap di Kecamatan Sukapura.
Dokumentasi praktik tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini yang inklusif, berkualitas dan mudah dijangkau masyarakat.
Melalui program ini, Pemkab Probolinggo menegaskan komitmennya agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas hanya karena keterbatasan akses maupun kondisi geografis tempat tinggal. (put/fas)
Baca Juga :
