Malang, Lensaupdate.com - Sebanyak 17 dari 23 atlet Taekwondo Kabupaten Probolinggo berhasil membawa pulang medali dari Kejuaraan Nasional Taekwondo Indonesia Super Fight 2026 di GOR Ken Arok Malang.
Kejuaraan yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 tersebut menjadi ajang bagi atlet Taekwondo Kabupaten Probolinggo untuk menguji kemampuan di tingkat nasional. Dari 23 atlet yang diturunkan, 17 di antaranya berhasil meraih prestasi.
Satu medali perak diraih pada kategori prestasi melalui Gusti Setiawan. Atlet tersebut menjadi runner-up nomor Kyorugi Junior putra kelas -59 kilogram.
Sementara itu, 16 atlet lainnya meraih medali pada kategori semi prestasi. Mereka terdiri dari tiga peraih emas, tujuh peraih perak dan enam peraih perunggu.
Medali emas kategori semi prestasi diraih Keenar Azkadina Maritza, Alifiandra Sakha Mahardika dan Hafiz Satya Priyono.
Tujuh atlet yang memperoleh medali perak yakni Atiqah Az Zahra, Daffa Abrizam Hartono, Hurin Ainiluthfi, Atiqah Qaila Nahda Maulana, Maulida Alfiana Rizky, Alvino Putra Ferdiansah dan Syarifah Anisa Qurrotu A’yun Al Hadi.
Sedangkan enam medali perunggu diraih Rendi Zaydan Alfarizqi, Farsya Zavier Hartonoo, Putra Azka Rama Dhani, Alisha Khansa Kamila, Alula Nuriz Farzana dan Kornelia Bega Sili serta Rasya Wanita Nur Ashifa.
Atlet Kabupaten Probolinggo tersebut berasal dari empat dojang, yakni Dojang Kraksaan, Dojang Gending, Dojang Dringu dan Dojang KONI Kabupaten Probolinggo. Mereka mengikuti kejuaraan dengan pendampingan pelatih dan official.
Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Probolinggo Puja Kurniawan menilai hasil tersebut menunjukkan kemampuan atlet daerah untuk bersaing dalam kompetisi tingkat nasional.
“Alhamdulillah, dari 23 atlet yang bertanding, sebanyak 17 atlet berhasil meraih prestasi. Ini merupakan hasil yang patut kita syukuri sekaligus menjadi bukti bahwa dengan persiapan latihan yang terukur, disiplin, kerja keras, semangat pantang menyerah serta dukungan para pelatih dan official, atlet-atlet Taekwondo Kabupaten Probolinggo mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
Puja meminta para atlet yang berhasil meraih medali tidak menjadikan hasil tersebut sebagai alasan untuk berhenti meningkatkan kemampuan. Prestasi di Malang diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan menuju kompetisi berikutnya.
“Kepada para atlet yang telah berhasil meraih juara, selamat atas prestasinya. Jangan cepat berpuas diri. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” terangnya.
Sementara bagi atlet yang belum memperoleh hasil sesuai harapan, ia meminta pengalaman bertanding tetap dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan.
“Bagi atlet yang belum mendapatkan hasil sesuai harapan, jangan berkecil hati. Setiap pertandingan adalah proses untuk belajar, mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan dan menjadi lebih kuat pada pertandingan berikutnya,” terangnya.
Menurut Puja, hasil tersebut juga tidak terlepas dari dukungan pelatih, official, pengurus dojang serta orang tua dan keluarga selama proses persiapan hingga pertandingan.
Ia berharap seluruh atlet tetap menjaga kedisiplinan dan konsistensi latihan, sekaligus mempertahankan sportivitas serta mental bertanding.
“Saya berharap seluruh atlet tetap eksis, disiplin, konsisten dan semangat dalam berlatih. Terus jaga kekompakan, sportivitas, mental juara dan nama baik Kabupaten Probolinggo. Harapannya pembinaan yang berkelanjutan dapat melahirkan lebih banyak atlet Taekwondo Kabupaten Probolinggo yang mampu berprestasi pada level regional, nasional hingga internasional,” pungkasnya. (lia/dim)
Baca Juga :
