RSUD Waluyo Jati Jadikan Masukan Warga Dasar Perbaikan Layanan


Kraksaan, Lensaupdate.com - RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menjadikan masukan masyarakat sebagai salah satu pijakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Upaya tersebut dilakukan melalui lokakarya Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (2–3/9/2026).

Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan dr. R.I. Wirjono RSUD Waluyo Jati tersebut menjadi forum evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit berdasarkan pengalaman, penilaian dan masukan masyarakat sebagai pengguna layanan.

Lokakarya menghadirkan anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo Hamim Wajdi sebagai narasumber. Kegiatan juga melibatkan berbagai unsur yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Di antaranya perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Camat Gending Winda Permata Erianti, Camat Pajarakan Sudarmono, kepala puskesmas, unsur TNI dan Polri, akademisi, kepala desa, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, komunitas pendidikan serta elemen masyarakat lainnya.

Sejumlah organisasi yang turut diundang meliputi Danramil Kraksaan, Kapolsek Kraksaan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Unzah, Asosiasi PKL Kabupaten Probolinggo, komunitas pendidikan di lingkungan Kementerian Agama, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, LPA Kabupaten Probolinggo, LPPNU, MUI Kabupaten Probolinggo, Muslimat NU, Fatayat NU, PMII, HMI dan GMNI.

Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati mengatakan keterlibatan berbagai unsur tersebut penting untuk mendapatkan gambaran pelayanan rumah sakit dari sudut pandang yang beragam.

Menurutnya, kepuasan masyarakat tidak cukup hanya diukur melalui angka hasil survei. Setiap masukan harus dianalisis dan diterjemahkan menjadi bahan evaluasi untuk menghasilkan perbaikan pelayanan yang nyata.

“Masukan dari masyarakat harus kita terima secara terbuka dan menjadi bahan evaluasi bersama. Kepuasan masyarakat merupakan salah satu indikator penting dalam melihat kualitas pelayanan yang kita berikan,” ujarnya.

Ia berharap lokakarya menghasilkan rekomendasi yang konkret dan dapat ditindaklanjuti oleh setiap bagian di RSUD Waluyo Jati.

“Peningkatan kualitas pelayanan merupakan proses yang harus dilakukan secara terus-menerus. Karena itu, setiap masukan perlu kita lihat sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelayanan agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Selain mengevaluasi hasil SKM, forum tersebut menjadi ruang dialog antara rumah sakit dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan. Melalui komunikasi terbuka, berbagai persoalan yang dirasakan pengguna layanan dapat diidentifikasi sekaligus dibahas untuk menentukan langkah penyelesaiannya.

“Hasil Survei Kepuasan Masyarakat selanjutnya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam melakukan pembenahan pelayanan. Upaya tersebut mencakup evaluasi terhadap berbagai aspek yang dirasakan langsung oleh pengguna layanan, sekaligus mendorong munculnya inovasi pelayanan,” terangnya.

RSUD Waluyo Jati berkomitmen menjadikan suara masyarakat sebagai bagian penting dalam peningkatan mutu pelayanan. Evaluasi secara berkala dinilai diperlukan agar rumah sakit dapat mengetahui aspek pelayanan yang sudah berjalan baik maupun bagian yang masih membutuhkan pembenahan.

“Evaluasi secara berkala dan tindak lanjut terhadap hasil survei diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin responsif, berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan pasien serta keluarga,” tambahnya.

Melalui lokakarya SKM tersebut, RSUD Waluyo Jati menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan merupakan proses berkelanjutan. Hasil survei, keterbukaan terhadap kritik dan masukan serta tindak lanjut yang konkret menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan berorientasi kepada masyarakat. (nab/zid)

Baca Juga :