Probolinggo, Lensaupdate.com - TP PKK Kabupaten Probolinggo terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting melalui workshop desa bebas stunting yang digelar di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tanggung Bencana (GKSTTB).
Workshop tersebut diikuti pengurus TP PKK kabupaten dan kecamatan, Pokja IV serta bidan koordinator se-Kabupaten Probolinggo. Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Marisa Juwitasari Moh. Haris didampingi Sekretaris I TP PKK Rita Erik Ugas Irwanto.
Dalam arahannya, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Marisa Juwitasari Moh. Haris mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Probolinggo masih cukup tinggi, yakni mencapai 26,3 persen berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI).
“Angka ini menunjukkan bahwa kita masih perlu bekerja keras dan serius dalam menurunkan stunting secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan percepatan penanganan stunting harus dilakukan melalui pendekatan konvergensi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga tokoh masyarakat.
Selain itu, sejumlah faktor penyebab stunting juga menjadi perhatian, seperti pernikahan usia dini, kurangnya asupan gizi pada ibu hamil serta pola asuh anak yang belum optimal.
“Peran TP PKK dan bidan sangat strategis karena mereka berada di garis depan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Materi dalam workshop turut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Hariawan Dwi Tamtomo serta Ketua Pokja IV TP PKK Alifia Hariawan. Mereka menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi antara TP PKK kabupaten dan kecamatan dalam mewujudkan desa bebas stunting, khususnya melalui program Pokja IV yang fokus pada kesehatan, lingkungan hidup dan perencanaan keluarga.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan pemahaman peserta semakin meningkat dan mampu diterapkan di wilayah masing-masing. Selain itu, kolaborasi antarlevel pemerintahan juga diharapkan semakin solid guna menekan angka stunting di Kabupaten Probolinggo.
“Semoga melalui kegiatan ini, upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (mel/fas)
