Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus mendorong pemerataan akses listrik hingga ke pelosok dusun. Hal ini disampaikan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris saat menerima audiensi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Probolinggo dan PLN UP3 Pasuruan di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026).
Audiensi tersebut dihadiri Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo Gede Vandana Wijaya dan Pimpinan PLN UP3 Pasuruan Agus Susanto. Turut mendampingi, jajaran Perangkat Daerah terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh wilayah di Kabupaten Probolinggo dapat menikmati layanan listrik secara merata, termasuk dusun-dusun yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
“Kita ingin tidak ada lagi wilayah yang belum teraliri listrik. Memang ada desa yang sudah teraliri, tetapi dusunnya belum. Ini yang harus kita selesaikan bersama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Tongas. Di mana masih ditemukan praktik penarikan kabel listrik secara mandiri oleh masyarakat. Kondisi ini dinilai berbahaya dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
“Penarikan kabel secara mandiri sangat berisiko. Apalagi posisinya sudah rendah dan membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak,” tegasnya.
Selain pemerataan akses, Bupati Haris juga menekankan pentingnya kestabilan pasokan listrik untuk mendukung aktivitas ekonomi. Ia mencontohkan sektor industri di Kecamatan Pakuniran yang membutuhkan suplai listrik stabil untuk menjaga produktivitas.
“Kalau voltase tidak stabil, produksi bisa terganggu. Kami berharap ada solusi agar listrik lebih stabil dan efisien, khususnya untuk mendukung UMKM dan industri,” jelasnya.
Pemkab Probolinggo juga mendorong penguatan infrastruktur kelistrikan, termasuk pembangunan gardu atau trafo di titik strategis serta pengembangan program penerangan jalan melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Sementara Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo Gede Vandana Wijaya menyampaikan audiensi ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan PLN.
“Kami siap menjadi mediator untuk mendorong sinergi, termasuk pemanfaatan program CSR PLN guna mendukung pemerataan listrik dan peningkatan kualitas pelayanan,” ungkapnya.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, diharapkan pemerataan listrik hingga tingkat dusun dapat segera terwujud sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (nab/zid)
