Surabaya, Lensaupdate.com - Di tengah dinamika global yang kian tidak menentu, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengajak pemerintah daerah untuk lebih siap dan sigap dalam menghadapi dampak konflik geopolitik, khususnya yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri forum diskusi publik dalam rangka halal bihalal di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/3/2026), yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan diikuti seluruh kepala daerah se-Jawa Timur.
Dalam suasana penuh kehangatan silaturahmi, diskusi tersebut membahas potensi dampak konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran terhadap perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Bupati Haris menuturkan bahwa situasi global saat ini bukan hanya menjadi isu internasional semata, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah, terutama melalui kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Dampak dari ketegangan antara Amerika-Israel dengan Iran sangat berpengaruh, terutama pada sektor energi seperti minyak dan LPG,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, daerah yang tidak memiliki sumber daya energi sendiri akan lebih rentan menghadapi lonjakan harga, sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini agar masyarakat tidak terdampak secara signifikan.
“Daerah-daerah yang bukan penghasil komoditas akan sangat merasakan dampaknya. Karena itu, kami membutuhkan gambaran yang lebih jelas terkait langkah-langkah yang harus dipersiapkan,” imbuhnya.
Menurut Bupati Haris, kesiapan daerah bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang berpotensi terdampak.
“Harapannya, daerah bisa lebih siap sejak dini dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu ini,” katanya.
Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menambahkan bahwa gejolak di Timur Tengah mulai berdampak pada rantai pasok global, termasuk kenaikan harga bahan baku yang dirasakan pelaku usaha kecil dan menengah.
"Melalui forum ini, diharapkan lahir langkah-langkah strategis yang tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi daerah, tetapi juga melindungi masyarakat dari dampak yang lebih luas, sehingga ketahanan daerah tetap terjaga di tengah dinamika global," katanya. (mel/fas)
