Sukapura, Lensaupdate.com - Pergantian pengurus MGMP IPS SMP se-Kabupaten Probolinggo periode 2026-2028 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi guru sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kepengurusan baru resmi dikukuhkan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati di Hotel Nadia Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura, Senin (7/9/2026).
Pengukuhan tersebut diawali dengan serah terima jabatan dari pengurus periode 2023-2025 kepada pengurus baru periode 2026-2028. Sertijab ditandai dengan penandatanganan dokumen oleh Ketua MGMP IPS periode sebelumnya Yudha Mahardika dari SMPN 5 Lumbang Satu Atap kepada Ketua MGMP IPS periode baru Geo Sukma Mardali Prihatmoko dari SMPN 1 Dringu.
Pergantian kepengurusan tidak hanya berlangsung pada posisi ketua. Sejumlah jajaran pengurus lainnya juga mengalami pergantian untuk mendukung keberlanjutan program MGMP IPS tingkat SMP se-Kabupaten Probolinggo.
Setelah serah terima jabatan, seluruh pengurus baru mengikuti proses pengukuhan yang ditandai dengan penyampaian janji atau sumpah. Prosesi tersebut menjadi simbol komitmen untuk menjalankan amanah organisasi selama masa bakti 2026-2028.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati menilai MGMP memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, MGMP harus berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mampu menghasilkan berbagai gagasan dan program yang dapat diterapkan oleh guru di satuan pendidikan.
“MGMP adalah sebuah wadah, bukan hanya tempat berkumpul guru-guru mata pelajaran. Tetapi di sini bisa memfasilitasi program-program untuk menggiatkan pembelajaran di tiap-tiap satuan pendidikan,” ujarnya.
Like mendorong guru IPS memanfaatkan MGMP sebagai ruang untuk saling berbagi pengalaman, ide dan kemampuan. Dari proses tersebut, berbagai gagasan diharapkan dapat dikembangkan menjadi inovasi pembelajaran yang menarik dan memiliki manfaat nyata bagi peserta didik.
Ia menggambarkan MGMP sebagai “dapur utama” yang menjadi tempat guru merancang berbagai strategi pembelajaran.
“Ibaratkan MGMP sebagai ‘dapur utama’ dalam merancang berbagai strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. Di dapur ini perlu meracik semua bumbu-bumbu dalam pembelajaran yang sekiranya menarik, bisa memberikan banyak makna kepada anak-anak, mudah diterapkan di satuan pendidikan dan juga menjawab tantangan-tantangan masa depan,” jelasnya.
Menurut Like, keberhasilan MGMP bukan hanya menjadi tanggung jawab ketua dan jajaran pengurus. Seluruh anggota memiliki peran dalam menjaga organisasi agar terus berjalan dan berkembang.
Karena itu, ia mengajak seluruh guru IPS membangun komitmen bersama dengan mengedepankan semangat kolaborasi. Setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan gagasan dan pengalaman.
“Monggo kita bergandengan tangan. Tidak ada yang pintar, tidak ada yang lebih menonjol, tetapi di sini lebih pada bagaimana komitmen dibangun bersama-sama dalam suatu wadah MGMP,” terangnya.
Like berharap pengurus periode 2026-2028 tidak hanya menjalankan agenda organisasi secara administratif. Program MGMP harus mampu menghasilkan sesuatu yang dapat dibawa kembali oleh guru ke ruang kelas.
Dengan demikian, hasil diskusi, berbagi pengalaman dan pengembangan kompetensi di lingkungan MGMP dapat memberikan pengaruh terhadap proses belajar mengajar di sekolah.
Ia juga berharap seluruh anggota memberikan dukungan kepada kepengurusan baru agar program yang disusun dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Selama masa bakti, semoga betul-betul amanah dari para pengurus dan juga terdukung oleh semua anggota. Harapannya ke depan akan semakin bagus guru-guru membangun kegiatan yang nantinya bermakna untuk semua yang ada di Kabupaten Probolinggo,” tuturnya.
Penguatan MGMP, lanjut Like, pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga terus mengembangkan cara mengajar agar sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.
Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran akan membuka ruang lebih besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan prestasi.
“Harapannya anak-anak kita dapat mengukir prestasi, dapat memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.
Dengan kepengurusan baru periode 2026-2028, MGMP IPS Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin kuat sebagai ruang berbagi, belajar dan berkolaborasi bagi guru. Program yang lahir dari forum tersebut diharapkan tidak berhenti dalam kegiatan organisasi, tetapi hadir nyata dalam pembelajaran di sekolah. (put/fas)
Baca Juga :
.jpeg)