Public Speaking Jadi Modal Penyandang Disabilitas Kabupaten Probolinggo Kembangkan Usaha


Kraksaan, Lensaupdate.com - Kemampuan berbicara bukan hanya dibutuhkan saat tampil di depan banyak orang. Bagi penyandang disabilitas yang ingin mengembangkan usaha, kemampuan menyampaikan gagasan dan memperkenalkan produk juga menjadi bagian penting dalam membuka peluang.

Hal itulah yang coba diperkuat melalui pelatihan public speaking yang digelar Pemberdayaan Disabilitas Kabupaten Probolinggo (PDKP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo.

Sebanyak 35 penyandang disabilitas mengikuti kegiatan yang berlangsung di Aula Pustakaloka Dispersip, Sabtu-Minggu (26-27/9/2026). Pelatihan mengusung tema “Berani Bicara, Berani Berkarya dan Berani Berwirausaha”.

Materi yang diberikan tidak berhenti pada teknik berbicara di depan umum. Peserta juga diarahkan membangun keberanian untuk berkarya, mengembangkan mental kewirausahaan hingga memahami keterampilan marketing online.

Selama dua hari, peserta mendapatkan materi dari Siti Nurhaliza mengenai dasar-dasar komunikasi, teknik olah vokal, pengelolaan rasa gugup dan praktik presentasi.

Peserta juga diberikan kesempatan menyampaikan cerita dan gagasan secara langsung di hadapan audiens. Praktik tersebut menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri sekaligus membiasakan peserta menyampaikan pesan secara lebih efektif.

Ketua PDKP Zulfiqor Ilmiawan mengatakan kemampuan komunikasi penting bagi penyandang disabilitas, baik untuk berinteraksi di lingkungan sosial maupun mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kegiatan ini bertujuan mengasah keterampilan komunikasi sekaligus menumbuhkan keberanian berbicara di depan umum bagi para penyandang disabilitas,” ujarnya.

Menurut Zulfiqor, kemampuan tersebut dapat digunakan dalam berbagai aktivitas. Ketika seseorang memiliki produk, misalnya, kemampuan berkomunikasi dapat membantu memperkenalkan produk kepada calon konsumen.

Karena itu, materi pelatihan juga diarahkan agar peserta tidak hanya berani berbicara, tetapi mampu menggunakan kemampuan tersebut untuk mendukung kegiatan produktif.

“Selain kemampuan public speaking, materi pelatihan juga diarahkan untuk membangun keberanian peserta dalam berkarya dan berwirausaha. Keterampilan komunikasi diharapkan dapat mendukung peserta ketika memperkenalkan produk, menyampaikan gagasan maupun melakukan pemasaran secara daring,” terangnya.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi interaksi dan tanya jawab. Peserta juga mendapat kesempatan mempraktikkan teknik komunikasi yang dipelajari selama pelatihan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Samsul Hadi mengatakan peningkatan kemampuan komunikasi dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan penyandang disabilitas.

Menurutnya, kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat juga dapat mendorong penyandang disabilitas lebih aktif mengambil bagian dalam kehidupan sosial.

“Kami berharap pelatihan ini dapat berkelanjutan, menjadi sarana pemberdayaan nyata bagi rekan-rekan PDKP serta memperluas ruang inklusi di Kabupaten Probolinggo agar setiap warga memiliki kesempatan setara untuk berdaya dan bersuara,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Samsul Hadi serta Pustakawan Dispersip Kabupaten Probolinggo Hesthiyono Suko Adi.

Kolaborasi PDKP, Dinsos dan Dispersip memperlihatkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas dapat dilakukan melalui penguatan berbagai keterampilan. Public speaking menjadi salah satu pintu untuk membangun kepercayaan diri, sementara materi kewirausahaan dan pemasaran membuka kemungkinan pemanfaatan keterampilan tersebut dalam aktivitas ekonomi.

Bagi peserta yang memiliki usaha atau sedang merintis usaha, kemampuan berbicara dapat digunakan ketika menawarkan produk, menjelaskan keunggulan barang, membangun relasi maupun memanfaatkan media daring untuk pemasaran.

Dengan pendekatan tersebut, tema “Berani Bicara, Berani Berkarya dan Berani Berwirausaha” tidak berhenti sebagai slogan kegiatan. Keberanian berkomunikasi ditempatkan sebagai keterampilan yang dapat digunakan penyandang disabilitas untuk memperluas ruang berkarya, berusaha dan berpartisipasi di tengah masyarakat. (nab/zid)

Baca Juga :