Maron, Lensaupdate.com - Budaya peduli lingkungan yang dikembangkan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Probolinggo mulai menjadi bahan pembelajaran bagi madrasah lain. MI Muhammadiyah 2 Pendil melakukan study tiru ke MIN 2 Probolinggo untuk mempelajari berbagai praktik baik dan inovasi dalam pengembangan program Adiwiyata, Jumat (11/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi kedua madrasah untuk bertukar pengalaman dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, hijau dan nyaman. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama mengenai bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun sebagai bagian dari budaya madrasah.
Berbagai praktik yang diterapkan di MIN 2 Probolinggo menjadi bahan pembelajaran bagi rombongan MI Muhammadiyah 2 Pendil. Mulai dari pengelolaan kebersihan dan sampah, penghijauan, konservasi air dan energi, pemanfaatan lingkungan hingga keterlibatan seluruh warga madrasah.
Rombongan MI Muhammadiyah 2 Pendil hadir bersama dua pengawas madrasah, Samsul Kholik dan Rini Yupinta. Kedatangan mereka disambut Kepala MIN 2 Probolinggo Sumiati bersama sejumlah guru.
Tidak hanya melakukan study tiru, kedua madrasah juga memperkuat kerja sama melalui penandatanganan MoU dan nota kesepahaman Adiwiyata. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk menjaga komunikasi, memperkuat kolaborasi dan mendorong munculnya inovasi baru dalam pengelolaan lingkungan madrasah.
Kepala MIN 2 Probolinggo Sumiati mengatakan, kunjungan tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan untuk melihat dan meniru program yang telah dilakukan.
“Bukan sekadar study tiru, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar, saling menguatkan dan saling menginspirasi. Karena sejatinya, menjaga lingkungan bukan hanya sebuah program, melainkan sebuah karakter dan kebiasaan yang harus tumbuh dari hati dan dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
Menurut Sumiati, budaya peduli lingkungan tidak dapat dibangun hanya melalui satu kegiatan atau program tertentu. Seluruh warga madrasah perlu terlibat sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Karena itu, berbagai program yang dikembangkan MIN 2 Probolinggo diarahkan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Sementara Kepala MI Muhammadiyah 2 Pendil Lasminingsih menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan kesempatan berbagi pengalaman yang diberikan MIN 2 Probolinggo.
Ia berharap komunikasi dan pendampingan antarmadrasah dapat terus berlanjut, khususnya dalam upaya menuju Madrasah Adiwiyata tingkat Kabupaten Probolinggo.
“Semoga sinergi kita ini menambah kemajuan madrasah kita,” ujarnya.
Bagi MIN 2 Probolinggo, pertukaran praktik baik tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan study tiru selesai. Pengalaman yang diperoleh dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing madrasah.
Program Adiwiyata juga tidak hanya berkaitan dengan menciptakan lingkungan madrasah yang bersih dan hijau. Di dalamnya terdapat upaya membangun karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Kebiasaan menjaga kebersihan, mengelola sampah, merawat lingkungan serta menggunakan air dan energi secara bijak menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dapat dilakukan bersama.
Melalui kolaborasi tersebut, MIN 2 Probolinggo menunjukkan bahwa praktik baik di lingkungan madrasah dapat dibagikan dan dikembangkan bersama. Harapannya, semakin banyak madrasah yang mampu membangun lingkungan pendidikan yang nyaman sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada peserta didik.
Semangat tersebut dirangkum dalam pesan, “Dari lingkungan yang kita rawat, lahir generasi yang hebat.”. (yud/zid)
Baca Juga :
.jpeg)