Lewat Happy Walk SAE 2026, Pemkab Probolinggo Kampanyekan Hidup Sehat dan Cinta Lingkungan


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus menguatkan komitmen dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan pelestarian lingkungan. Salah satu wujud nyata ditunjukkan melalui kegiatan Probolinggo Happy Walk SAE 2026 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2026, Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan yang mengambil titik start dan finish di Alun-alun Kota Kraksaan ini mengusung tema “Jalan Kaki Sehat, Lingkungan Hebat”. Ratusan peserta dari berbagai unsur turut ambil bagian, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, organisasi profesi, masyarakat umum hingga penyandang disabilitas. Selain berjalan santai, peserta juga diajak memungut sampah di sepanjang rute sebagai bentuk aksi nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM., Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Mohammad Anggidigdo, perwakilan Pengadilan Negeri Kraksaan serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubadi beserta jajaran anggota DPRD.

Turut hadir Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, para kepala OPD, camat, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi serta majelis sholawat yang menambah semarak suasana kegiatan.

Sebelum pelepasan peserta, Bupati Haris bersama Forkopimda menyerahkan bantuan sarana pengelolaan sampah. Bantuan tersebut berupa satu unit kendaraan roda tiga dan 20 tempat sampah untuk Desa Alassapi, satu unit kendaraan roda tiga untuk Desa Randuputih serta bantuan tempat sampah bagi Majelis Ta’lim wal Maulid Roudhotul Ulum (TaMRU) Genggong, SPPG Jorongan dan komunitas Pegiat Lingkungan Alam Hijau.

Setelah dilepas, peserta menyusuri rute ke arah barat melalui Jalan Panglima Sudirman Kraksaan, berbelok di depan KPU Kabupaten Probolinggo menuju Pasar Semampir, lalu melanjutkan perjalanan ke arah timur hingga pertigaan Klojen Kelurahan Sidomukti, melewati kawasan SOR Sasana Krida dan kembali finis di Alun-alun Kota Kraksaan.

Selain jalan sehat, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan tiga stand pameran bertema pelestarian lingkungan, sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah dari Desa Madani Berkelanjutan serta penampilan seni Tari Kembang Genggong yang menarik perhatian peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Probolinggo juga menyerahkan Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten Probolinggo Tahun 2025 kepada SDN Kedawung 1, SDN Asembagus dan SDN Maron Wetan 02. Sementara Penghargaan Wajib Retribusi Terbaik Tahun 2025 diberikan kepada Yayasan Fatahillah Ibnu Nizar, SMKN 1 Gending, Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih, RS Graha Sehat serta Kopkar Bhakti Usaha.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama pengelolaan sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai oleh Bupati Haris, Forkopimda dan seluruh peserta sebagai bentuk dukungan terhadap terwujudnya lingkungan SAE.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan kegiatan ini menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam membangun gaya hidup sehat sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

“Alhamdulillah, hari ini kita berjalan kaki untuk kesehatan, memungut sampah karena bumi ini rumah kita dan bersilaturahmi karena kebersamaan itu membahagiakan,” ujarnya.

Menurut Bupati Haris, ASN memiliki peran penting sebagai teladan bagi masyarakat dalam menerapkan budaya hidup bersih dan sehat. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat dilibatkan agar gerakan ini tumbuh menjadi kebiasaan bersama.

“ASN adalah wajah pemerintahan Kabupaten Probolinggo. Karena itu kita ajak semua unsur, mulai dari masyarakat, pelajar hingga stakeholder lainnya,” jelasnya.

Bupati Haris berharap Probolinggo Happy Walk SAE tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi agenda berkelanjutan yang digelar secara rutin dan bergilir di 24 kecamatan. “Ini langkah kecil, namun Insya Allah akan terus berlanjut dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (nab/zid)