Pakuniran, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) terus memperkuat langkah pengendalian hama wereng yang menyerang sejumlah lahan padi di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Upaya cepat yang dilakukan bersama petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) mulai menunjukkan hasil positif dengan terkendalinya serangan di beberapa lokasi terdampak.
Serangan wereng sebelumnya ditemukan di sejumlah areal persawahan Kecamatan Besuk dan Kecamatan Pakuniran. Di Kecamatan Besuk, serangan tercatat terjadi di Desa Jambangan, Besuk Agung, Sindetlami dan Sindetanyar. Sementara di Kecamatan Pakuniran, hama menyerang tanaman padi di Desa Sumberkembar dan Desa Alas Pandan.
Menanggapi laporan tersebut, petugas lapangan bersama kelompok tani langsung melakukan gerakan pengendalian secara serentak melalui penyemprotan dan pemantauan intensif. Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah perkembangan populasi wereng yang berpotensi menyebabkan kerusakan lebih luas pada tanaman padi.
Ketua Kelompok Tani Binatani Sejahtera Desa Sumberkembar Ahmad Muzammil mengungkapkan bahwa serangan wereng terjadi saat sebagian besar tanaman padi memasuki fase menjelang panen. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran petani karena dapat mengurangi hasil produksi.
“Serangan wereng ini sangat merugikan petani karena tanaman padi yang terserang sebagian besar sudah mendekati masa panen, sekitar dua hingga tiga minggu lagi. Jika tidak segera ditangani, tentu akan menurunkan produksi padi dan berdampak terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Menurut Muzammil, perubahan cuaca yang tidak menentu serta tingginya kelembapan udara menjadi faktor yang mempercepat perkembangan populasi wereng di sejumlah lahan pertanian. Oleh karena itu, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Petani sebenarnya sudah berupaya mandiri melakukan penyemprotan, tetapi dengan luasnya area yang terdampak tentu membutuhkan dukungan pemerintah agar penanganannya lebih maksimal,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menegaskan pihaknya telah mengambil langkah antisipatif sejak awal laporan diterima. Selain melaksanakan gerakan pengendalian, Diperta juga menyalurkan bantuan insektisida kepada petani di wilayah terdampak.
“Begitu mendapatkan laporan adanya serangan wereng, kami langsung melakukan gerakan pengendalian bersama petani, PPL dan POPT di lapangan. Selain itu, Dinas Pertanian juga memberikan bantuan insektisida untuk seluruh lahan yang terserang maupun area di sekitarnya sebagai langkah pencegahan agar serangan tidak meluas,” ujarnya.
Untuk mempercepat respons terhadap serangan organisme pengganggu tanaman, Diperta telah menyiapkan stok pestisida di seluruh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang tersebar di Kabupaten Probolinggo. Ketersediaan stok tersebut memungkinkan petugas melakukan tindakan cepat tanpa harus menunggu distribusi dari kantor dinas.
“Pestisida sudah kami distribusikan ke seluruh BPP di Kabupaten Probolinggo sebagai buffer stock. Dengan demikian, apabila ada serangan mendadak di wilayah tertentu, petugas tidak perlu lagi mengambil ke kantor Dinas Pertanian sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.
Hingga saat ini, sebagian besar lokasi yang terdampak telah mendapatkan penanganan dan terus dipantau perkembangannya. Diperta juga mengimbau seluruh petani untuk rutin melakukan pengamatan lahan dan segera melaporkan apabila ditemukan gejala serangan hama agar tindakan pengendalian dapat dilakukan sejak dini.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, petugas lapangan dan petani, serangan wereng diharapkan dapat dikendalikan sehingga produktivitas padi dan ketahanan pangan di Kabupaten Probolinggo tetap terjaga. (ren/zid)
