Dishub Kabupaten Probolinggo Perbaiki Portal Segaran untuk Jaga Keselamatan Jalan


Tiris, Lensaupdate.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo kembali memperbaiki portal pembatas kendaraan di Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Rabu (9/9/2026). Perbaikan dilakukan setelah portal tersebut kembali mengalami kerusakan untuk ketiga kalinya.

Portal dipasang sebagai pembatas kendaraan angkutan barang berukuran besar agar tidak melintasi jalur yang kondisi jalannya belum sepenuhnya selesai diperbaiki. Pembatasan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus melindungi kondisi jalan yang masih dalam proses penanganan.

Keberadaan portal dinilai penting selama proses konstruksi dan perbaikan jalan belum tuntas. Jalur tersebut masih memiliki potensi rawan longsor sehingga kendaraan dengan muatan dan dimensi besar diarahkan menggunakan jalur alternatif yang telah disepakati.

Kasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Dishub Kabupaten Probolinggo Sigit Wida Hartono mengatakan, pembatasan dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan serta kondisi jalan sampai proses perbaikan selesai.

“Kita sangat mengharapkan kesadaran para pengemudi kendaraan besar untuk tidak lewat lagi. Ini demi keselamatan dan keutuhan jalan yang belum sepenuhnya bisa dilewati,” ujarnya.

Menurut Sigit, sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Tiris untuk membahas pengaturan lalu lintas kendaraan angkutan barang pada jalur tersebut. Dalam rakor itu, para pihak telah menyepakati kendaraan angkutan barang berukuran besar tidak melintas melalui jalur Desa Segaran.

Kendaraan besar diarahkan menggunakan jalur alternatif hingga kondisi jalan dinyatakan aman dan proses konstruksi perbaikan selesai.

“Pada saat rakor di Kantor Kecamatan Tiris sudah sepakat untuk kendaraan angkutan barang yang besar agar tidak lewat jalur ini dan memutar lewat jalur lain. Hal tersebut yang ingin kita lihat komitmennya,” jelasnya.

Sigit mengatakan, kepatuhan terhadap pembatasan tersebut membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Tidak hanya pengemudi kendaraan, tetapi juga pedagang maupun petani kayu yang menggunakan kendaraan angkutan untuk aktivitas distribusi.

“Kami sangat membutuhkan kerja sama dari para pihak, mulai dari pedagang atau petani kayu, untuk mematuhi pembatasan pemanfaatan jalan kabupaten kelas III sebagai ikhtiar keselamatan jalan dan kendaraan hingga konstruksi perbaikan jalan tersebut selesai,” terangnya.

Kerusakan portal yang kembali terjadi menjadi perhatian Dishub. Portal yang dipasang untuk membatasi kendaraan besar justru dapat kembali rusak apabila kendaraan dengan ukuran dan muatan besar tetap memaksakan diri melintas.

“Kalau kendaraan angkutan barang terus lewat dan merusak portal jalan, maka tidak akan ada akhirnya. Jalan belum selesai diperbaiki, akhirnya diportal agar kendaraan besar tidak melintas karena rawan longsor lagi,” tegasnya.

Sigit menyebut, sebelumnya kendaraan besar masih ditemukan melintas meskipun pembatasan telah diberlakukan. Bahkan, portal yang terpasang sempat mengalami kerusakan hingga patah.

Karena itu, perbaikan portal kali ini diharapkan tidak hanya menjadi pekerjaan fisik, tetapi juga diikuti dengan meningkatnya kesadaran seluruh pengguna jalan. Pengemudi kendaraan besar diharapkan memahami bahwa pembatasan tersebut diberlakukan untuk menjaga keselamatan sekaligus memberikan waktu agar proses perbaikan jalan dapat berjalan dengan baik.

“Harapan kami sederhana, kendaraan besar tidak lewat lagi sampai jalannya benar-benar selesai diperbaiki dan aman untuk dilalui,” tambahnya.

Dishub Kabupaten Probolinggo berharap kesepakatan yang telah dibangun melalui koordinasi bersama dapat dipatuhi. Dengan menggunakan jalur alternatif sesuai ketentuan, kendaraan angkutan barang tetap dapat menjalankan aktivitasnya tanpa mengganggu proses perbaikan maupun meningkatkan risiko di jalur yang masih rawan.

Pembatasan tersebut diharapkan mampu menjaga fasilitas pengaman, kondisi jalan dan keselamatan pengguna jalan hingga pekerjaan konstruksi selesai. Setelah kondisi jalan dinyatakan aman, jalur tersebut diharapkan dapat kembali dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. (riz/zid)

Baca Juga :