Tegalsiwalan, Lensaupdate.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menyiapkan pengaturan pembukaan portal untuk mendukung mobilisasi kendaraan material dalam pengerjaan penggantian Jembatan Curah Bubur pada ruas Jalan Paras-Klenang Kidul (R.046).
Pengaturan tersebut dibahas melalui rapat koordinasi sekaligus pembahasan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pembukaan portal sementara di ruas Jalan Raya Tegalsiwalan dan ruas Jalan Raya Kecamatan Banyuanyar. Kegiatan berlangsung di Kantor Kecamatan Tegalsiwalan, Selasa (8/9/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut surat Direktur CV. Cipta Bangun Perkasa Nomor 012/CBP/VIII/2026 tertanggal 28 Agustus 2026 tentang permintaan pembukaan portal untuk mendukung pengerjaan penggantian Jembatan Curah Bubur yang menjadi bagian dari Program Strategis Daerah.
Rapat melibatkan Dishub Kabupaten Probolinggo, Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan, Satlantas Polres Probolinggo, Forkopimka Tegalsiwalan, Forkopimka Banyuanyar, sejumlah kepala desa di wilayah terdampak serta Direktur CV. Cipta Bangun Perkasa.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kabupaten Probolinggo Bambang Singgih Hartadi mengatakan, pembahasan tersebut merupakan bagian dari rangkaian koordinasi yang telah dilakukan sebelumnya.
“Kegiatan ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari beberapa kali rapat yang sudah pernah dilaksanakan. Salah satu yang dibahas adalah PKS antara CV. Cipta Bangun Perkasa dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo terkait pembukaan portal sementara,” katanya.
Bambang menjelaskan, pembukaan portal diperlukan untuk memberikan akses bagi kendaraan pengangkut material yang mendukung pekerjaan penggantian Jembatan Curah Bubur. Namun, Dishub memastikan pembukaan tersebut tetap disertai pengaturan agar tidak mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
“Namun, akses tersebut tidak dibuka secara bebas untuk seluruh kendaraan,” lanjutnya.
Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama pekerjaan berlangsung, Dishub bersama pihak terkait juga membahas jalur alternatif. Sejumlah jalur telah disepakati dan akan dilengkapi rambu-rambu serta banner penunjuk arah.
“Beberapa jalan alternatif sudah disepakati. Selain jalan alternatif, juga ada pemasangan rambu-rambu atau banner arah yang digunakan sebagai jalan alternatif. Itu sudah clear semua,” jelasnya.
Ia menegaskan, akses melalui portal yang dibuka sementara tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang berkaitan dengan kebutuhan material pekerjaan jembatan. Kendaraan masyarakat umum tetap diarahkan menggunakan jalur yang telah disiapkan.
“Untuk masyarakat pengguna jalan khususnya, tetap mengutamakan keselamatan. Selain kendaraan yang digunakan untuk material pekerjaan Jembatan Curah Bubur, kendaraan lain tidak diperkenankan masuk,” tegasnya.
Dalam pengaturan teknisnya, keberadaan portal tidak dihilangkan. Bagian atas portal akan disesuaikan sehingga dapat menerapkan sistem buka-tutup sesuai kebutuhan kendaraan proyek.
“Portalnya tetap ada, tetapi bagian atasnya diganti sehingga bisa digunakan untuk buka-tutup. Ketika ada kendaraan material yang dipakai untuk pekerjaan jembatan, portal bisa dibuka. Setelah selesai, ditutup lagi,” terangnya.
Skema tersebut juga memiliki batas waktu. Berdasarkan PKS, pembukaan portal sementara berlaku selama empat bulan hingga Desember 2026.
Setelah pekerjaan penggantian Jembatan Curah Bubur selesai, pihak pelaksana memiliki kewajiban untuk mengembalikan kondisi portal seperti semula.
“Pembukaan portal sementara ini sesuai dengan PKS selama empat bulan sampai bulan Desember. Setelah pekerjaan selesai, kewajiban pelaksana adalah memasang kembali portal seperti kondisi sebelumnya,” ungkapnya.
Dishub berharap pengaturan tersebut dapat mendukung kelancaran mobilisasi material sehingga pekerjaan penggantian jembatan dapat berjalan lebih optimal. Pada saat yang sama, aspek keselamatan dan kelancaran pengguna jalan tetap menjadi perhatian dalam setiap pengaturan akses.
Masyarakat yang melintas di sekitar kawasan tersebut diimbau memperhatikan rambu-rambu dan mengikuti petunjuk petugas selama pekerjaan berlangsung.
“Harapannya, pembukaan portal sementara ini agar percepatan pekerjaan bisa dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kelancaran pengguna jalan,” pungkasnya. (yud/fas)
Baca Juga :
