Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat upaya peningkatan budaya literasi melalui pendataan perpustakaan madrasah dan desa. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pustakaloka Dispersip Kabupaten Probolinggo pada Rabu-Kamis (1-2/7/2026) ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan basis data perpustakaan yang akurat sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Sebanyak 70 pustakawan dan pengelola perpustakaan madrasah maupun desa mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pendampingan dari narasumber Dispersip Kabupaten Probolinggo, Admin Wilayah Kabupaten Probolinggo serta Tim IT Dispersip Kabupaten Probolinggo terkait mekanisme pendataan dan pengelolaan data perpustakaan.
Pendataan perpustakaan tahun 2026 dilakukan sebagai implementasi peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), sekaligus menyinkronkan data antarperpustakaan di Kabupaten Probolinggo agar terintegrasi dalam sistem nasional.
Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan Dispersip Kabupaten Probolinggo Nurul Yaqin mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperoleh data dan informasi yang akurat mengenai kondisi perpustakaan madrasah dan desa, sekaligus memperkuat portal satu data perpustakaan.
"Melalui pendataan ini kami ingin memperoleh data yang akurat mengenai jumlah perpustakaan madrasah dan desa beserta kondisi kelembagaannya. Data tersebut akan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, memperkuat portal satu data serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat dan Tingkat Kegemaran Membaca di Kabupaten Probolinggo," katanya.
Sementara Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas menegaskan perpustakaan madrasah dan desa memiliki peran strategis sebagai pusat literasi yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membangun budaya membaca di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan perpustakaan yang berkualitas harus diawali dengan data yang valid sehingga pemerintah dapat menyusun kebijakan, pembinaan hingga penyaluran bantuan secara tepat sasaran.
"Perpustakaan madrasah dan desa adalah jantung literasi di lingkungan pendidikan. Melalui perpustakaan, peserta didik belajar mencari informasi, mengembangkan minat baca dan membangun budaya berpikir kritis. Namun semua itu hanya dapat berjalan optimal apabila perpustakaan terdata dengan baik, memiliki identitas resmi dan memenuhi standar pengelolaan," ujarnya.
Ulfi menjelaskan data yang akurat menjadi fondasi penting dalam penyusunan berbagai program pengembangan perpustakaan, mulai dari bantuan koleksi buku, pelatihan pustakawan hingga pendampingan akreditasi.
"Tanpa data yang akurat, kita tidak mengetahui kondisi riil perpustakaan, baik jumlah koleksi, sumber daya manusia maupun sarana prasarananya. Karena itu pendataan ini menjadi tindak lanjut dari Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah/Madrasah sekaligus sebagai persiapan penerbitan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP)," jelasnya.
Melalui pendataan tersebut, Dispersip menargetkan seluruh perpustakaan madrasah dan desa di Kabupaten Probolinggo terdaftar dalam pangkalan data Perpustakaan Nasional sehingga memiliki peluang lebih besar memperoleh pembinaan dan dukungan dari pemerintah.
"Kami berharap seluruh perpustakaan madrasah dan desa dapat terdata secara lengkap dan valid dalam sistem Perpustakaan Nasional. Dengan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan, peluang memperoleh bantuan, pembinaan dan berbagai fasilitas pengembangan akan semakin terbuka. Data tersebut juga akan menjadi dasar penyusunan program pembinaan dan peningkatan kinerja perpustakaan pada tahun 2026 hingga 2027," tegasnya.
Ulfi juga mengajak seluruh pustakawan dan pengelola perpustakaan memanfaatkan proses pendataan sebagai momentum memperkuat eksistensi perpustakaan di tingkat lokal maupun nasional.
"Saya berpesan agar pendataan ini tidak dianggap sebagai beban administratif semata, tetapi sebagai langkah awal menjadikan perpustakaan madrasah dan desa di Kabupaten Probolinggo masuk dalam peta perpustakaan nasional, diakui secara legal dan memiliki kesempatan lebih besar mendapatkan dukungan pengembangan di masa mendatang," pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Dispersip Kabupaten Probolinggo berharap kualitas data perpustakaan semakin baik sehingga mampu mendukung pengembangan layanan literasi, meningkatkan minat baca masyarakat serta memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
