Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemenuhan layanan anak usia dini di Kabupaten Probolinggo memasuki tahap tindak lanjut. Setelah dilakukan refleksi terhadap capaian delapan indikator Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD HI), hasil evaluasi mulai dirumuskan menjadi rencana kerja lintas sektor.
Langkah tersebut dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo melalui rapat koordinasi perumusan rencana pemenuhan delapan indikator PAUD HI di satuan PAUD. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Agus Salim Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/9/2026).
Rakor melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan. Di antaranya Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Puspaga, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Bapelitbangda, Dinas Sosial, Disdikdaya, Pengawas TK, Penilik PAUD, IGTKI dan Himpaudi.
Bagi masyarakat, langkah ini menjadi penting karena layanan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan proses belajar di satuan PAUD. Pemenuhan PAUD HI membutuhkan keterlibatan berbagai sektor sesuai peran dan tugas masing-masing.
Rakor tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah sebelumnya dilakukan refleksi pemenuhan delapan indikator PAUD HI di Ruang Seruni Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo pada pekan sebelumnya.
Hasil refleksi kemudian menjadi bahan dalam menyusun rencana tindak lanjut. Dengan demikian, proses evaluasi diarahkan untuk menghasilkan langkah yang dapat dilakukan oleh masing-masing sektor sesuai kewenangannya.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Amik Mutammimah mengatakan, perumusan tindak lanjut dilakukan agar hasil refleksi tidak berhenti pada pemetaan capaian.
“Setelah refleksi dilakukan terkait capaian pemenuhan delapan indikator PAUD HI, langkah kedua adalah perumusan rencana tindak lanjut. Jadi, dari kurang lebih 16 OPD yang kita refleksikan, hasil refleksi tersebut kita rumuskan untuk menyusun rencana tindak lanjut,” ujarnya.
Amik menegaskan, pemenuhan PAUD HI tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Setiap sektor memiliki keterkaitan dengan kebutuhan layanan anak usia dini.
“Memang kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua ada keterkaitan dan irisan. Jadi, semua dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di masing-masing OPD tetap bersinergi untuk memberikan kontribusi terbaik dalam peningkatan indikator pembangunan manusia atau IPM,” jelasnya.
Karena itu, komunikasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tindak lanjut. Masing-masing OPD diharapkan menyusun kontribusi sesuai kewenangannya sehingga pemenuhan indikator PAUD HI dapat dilakukan secara lebih terarah.
Amik mengatakan, hasil perumusan rencana tindak lanjut tersebut selanjutnya direncanakan dituangkan dalam nota dinas untuk dilaporkan kepada Bupati Probolinggo. Langkah tersebut diharapkan membuat proses tindak lanjut dapat dipantau dan dikawal oleh pimpinan.
Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menekankan pentingnya komunikasi aktif antar sektor dalam menjalankan hasil refleksi.
“Setelah melakukan refleksi capaian pemenuhan indikator, kita lakukan proses perumusan rencana tindak lanjut dari masing-masing OPD,” katanya.
Hary berharap penguatan PAUD HI dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, pembangunan manusia membutuhkan perhatian sejak usia dini dan tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja.
“Kita berharap ke depan IPM akan terus meningkat. Kita berharap kita bisa sampai minimal di posisi 10 besar untuk peningkatan IPM-nya. Dan itu tidak bisa kita lakukan sendiri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetap harus bersinergi dengan leading sektor atau OPD yang lain,” tambahnya.
Dengan masuknya hasil refleksi ke tahap perumusan tindak lanjut, pemenuhan delapan indikator PAUD HI di Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin terarah. Sinergi lintas sektor menjadi bagian penting agar layanan anak usia dini dapat berjalan secara terintegrasi dan mendukung kebutuhan tumbuh kembang anak. (nab/zid)
Baca Juga :
