Relawan Bakti BUMN Perkuat Ekonomi dan Konservasi Pantai Bahak


Tongas, Lensaupdate.com - Program Relawan Bakti BUMN 2026 resmi dibuka di Pantai Bahak, Desa Curah Dringu, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (15/8/2026). Program tersebut menggabungkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, aksi sosial dan konservasi lingkungan pesisir.

Kegiatan dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, sejumlah kepala OPD, GM of CSR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Edy Saraya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi serta Deputi Bidang SDM dan Keberlanjutan Badan Pengendalian BUMN Wahyu Setyawan.

Pantai Bahak menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Relawan Bakti BUMN 2026 di Jawa Timur dari 11 provinsi yang menjadi sasaran program. Berbagai kegiatan disiapkan dengan fokus pada lingkungan, UMKM dan pendidikan.

GM of CSR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Edy Saraya mengatakan kehadiran Relawan Bakti BUMN merupakan bentuk kontribusi BUMN kepada masyarakat. Program tidak hanya diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sejumlah kegiatan telah dilakukan di Pantai Bahak, termasuk pembangunan akses menggunakan paving menuju bibir pantai, penanganan kawasan terdampak abrasi serta pembangunan jembatan besi menuju kawasan joglo.

“Untuk bidang lingkungan yang dilakukan hari ini yaitu penanaman bibit mangrove sebanyak 5.000 bibit beserta cemara udang yang nantinya diberikan pada rumah pembibitan,” ujar Edy.

Selain menanam bibit baru, relawan juga melakukan penanaman mangrove berukuran besar di kawasan depan joglo. Salah satu jenis yang dikembangkan adalah mangrove bogem yang diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tanaman konservasi, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat.

Penanaman mangrove dilakukan menggunakan metode buis beton yang disusun berjajar untuk membantu tanaman tumbuh lebih kuat. Pada bagian belakang kawasan juga dipasang rumpon sebagai bagian dari perlindungan kawasan pesisir.

Aksi lingkungan tersebut dilengkapi dengan kegiatan bersih-bersih Pantai Bahak dan penanganan kawasan terdampak abrasi. Kegiatan dilakukan selama sekitar satu pekan dan melibatkan relawan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap ekosistem pesisir.

Tidak hanya lingkungan, program tersebut juga menyentuh sektor ekonomi masyarakat. Relawan Bakti BUMN menghadirkan pasar rakyat dan bazar UMKM untuk memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal memasarkan produk mereka.

Pelaku UMKM juga mendapatkan workshop UMKM Go Digital sebagai upaya meningkatkan kemampuan pemasaran dan penjualan produk melalui platform digital.

Sementara di bidang pendidikan, Pantai Bahak diarahkan menjadi ruang komunal yang dapat dimanfaatkan pelajar untuk membaca, belajar sekaligus mengenal ekosistem mangrove. Edukasi teknologi informasi dan kurikulum lingkungan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi generasi muda.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi mengatakan pengembangan kawasan Pantai Bahak sejalan dengan gagasan East Java Mangrove Center yang diarahkan berkembang menjadi East Java Mangrove University (EJMU).

Menurutnya, kawasan mangrove yang membentang dari perbatasan Nguling hingga Paiton memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi dan penelitian mangrove di Jawa Timur.

“Jadi, kita maksudkan East Java Mangrove Center sebagai edukasi dan pusat riset yang ada di Kabupaten Probolinggo,” kata Jumadi.

Ia berharap EJMU dapat direalisasikan di kawasan Pantai Bahak setelah mendapatkan persetujuan Gubernur Jawa Timur. Keberadaannya diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran, edukasi dan penelitian mangrove dalam skala yang lebih luas.

Deputi Bidang SDM dan Keberlanjutan Badan Pengendalian BUMN Wahyu Setyawan menegaskan BUMN memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai pencipta nilai sekaligus agen pembangunan.

Karena itu, program Relawan Bakti BUMN diharapkan mampu memperkuat kedekatan perusahaan negara dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi yang berkembang di daerah.

“Relawan diharapkan dapat hadir di masyarakat bukan sekadar melaksanakan tugas, tapi untuk mendapatkan kedekatan dengan masyarakat dan juga untuk mendapatkan aspirasi masyarakat,” jelasnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyambut positif berbagai program yang dilaksanakan di Pantai Bahak, khususnya rencana pengembangan East Java Mangrove University.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan East Java Mangrove University ini bukan hanya sekadar seremonial saja, akan tetapi kegiatan ini menjadi berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati Haris juga meminta masyarakat dan pemerintah desa ikut menjaga kawasan Pantai Bahak. Menurutnya, keberadaan mangrove tidak hanya penting bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata dan sarana edukasi masyarakat.

“Saya titip pada relawan bakti BUMN, kita harapkan Pantai Bahak ini tidak hanya indah dipandang, akan tetapi orang-orang yang hadir di Pantai Bahak ini dapat menikmati dan paham lebih jauh terhadap family mangrove,” terangnya.

Lebih lanjut, Bupati Haris menilai pengembangan wisata berbasis lingkungan dapat menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Potensi Pantai Bahak perlu dikembangkan secara bersama-sama dengan tetap menjaga ekosistem mangrove.

“Pariwisata ini adalah sesuatu paling instan untuk membuat masyarakat menjadi sejahtera dan perekonomian akan semakin meningkat,” pungkasnya. (put/fas)

Baca Juga :