Pemkab Probolinggo Perkuat Sinergi Program Relawan Bakti BUMN untuk Pengembangan Mangrove Berkelanjutan


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus mematangkan pelaksanaan Program Relawan Bakti BUMN Batch IX melalui pengembangan East Java Mangrove University (EJMU). Langkah tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo di ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (21/5/2026).

Rakor tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto, Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, perwakilan Direktorat TJSL BP BUMN, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Selain itu, hadir pula Camat Tongas Rochmad Widiarto bersama Kepala Desa Dungun dan Kepala Desa Curahdringu sebagai wilayah yang masuk kawasan pengembangan ekosistem mangrove.

Dalam forum tersebut dibahas penguatan kolaborasi lintas sektor guna mendukung pelestarian mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat dan wisata edukasi berkelanjutan. Materi disampaikan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebelum dilanjutkan dengan diskusi bersama peserta rakor.

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan Program Relawan Bakti BUMN menjadi peluang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, komunitas lingkungan dan masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian kawasan mangrove.

“Program ini tidak hanya bicara soal pelestarian lingkungan, tetapi juga bagaimana ekosistem mangrove mampu memberikan dampak ekonomi, edukasi dan pariwisata bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Menurut Heri, konsep East Java Mangrove University memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi lingkungan sekaligus pengembangan wisata berbasis konservasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Kami berharap program ini benar-benar memberikan manfaat nyata, baik terhadap kualitas lingkungan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Sementara Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Probolinggo.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Probolinggo sebagai lokasi pelaksanaan program ini,” ujarnya.

Anang menegaskan Kabupaten Probolinggo memiliki potensi wilayah yang sangat beragam mulai kawasan pesisir, pertanian hingga pegunungan yang dapat dikembangkan melalui berbagai program kolaboratif berkelanjutan.

“Kami berharap program ini tidak hanya berhenti di kawasan mangrove, tetapi juga mampu membuka ruang pengembangan potensi daerah lainnya, termasuk penguatan UMKM dan ekonomi masyarakat lokal,” terangnya.

Menurut Anang, keberhasilan program membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Semoga rakor ini menghasilkan langkah konkret dan kolaborasi berkelanjutan sehingga Program Relawan Bakti BUMN Batch IX dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat maupun lingkungan,” pungkasnya. (nab/zid)