Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran melalui penyelenggaraan Job Fair/Bursa Kerja 2026. Melalui kegiatan yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo di Kantor Disnaker Kabupaten Probolinggo, Kamis (6/8/2026), masyarakat mendapatkan akses langsung terhadap 1.612 lowongan kerja yang disediakan oleh 28 perusahaan dari dalam maupun luar negeri.
Bursa kerja tersebut menjadi salah satu program strategis Pemkab Probolinggo untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) secara langsung. Selain mempercepat proses rekrutmen tenaga kerja, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan angka penempatan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Job Fair 2026 secara resmi dibuka oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris. Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Abdul Ghofur, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo Nurhadi Wijayanto, Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo Gede Vandana Wijaya, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta perwakilan perusahaan peserta.
Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengatakan penyelenggaraan Job Fair merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih efektif melalui kolaborasi dengan dunia usaha.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana yang mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan sehingga proses rekrutmen berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, dan transparan.
"Penyelenggaraan Job Fair tahun 2026 diikuti 28 perusahaan, terdiri dari 23 perusahaan dengan penempatan kerja di dalam negeri dan lima perusahaan dengan penempatan di luar negeri," ujar Saniwar.
Ia menjelaskan seluruh proses pendaftaran dilakukan secara digital melalui layanan SAE (Sistem Administrasi Elektronik) milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang dikembangkan bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo.
Digitalisasi proses pendaftaran tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi pencari kerja sekaligus mempercepat proses pendataan dan seleksi administrasi.
"Jumlah pencari kerja yang telah mendaftar secara online mencapai 1.269 orang, sedangkan total lowongan kerja yang tersedia sebanyak 1.612 formasi. Lowongan terbanyak berasal dari penempatan luar negeri yang mencapai 340 peluang kerja," terangnya.
Data tersebut menunjukkan jumlah lowongan kerja yang tersedia lebih besar dibandingkan jumlah pencari kerja yang telah mendaftar. Kondisi ini memberikan peluang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan kompetensi, pengalaman, dan minat masing-masing.
Selain menyediakan informasi lowongan kerja, Job Fair juga menjadi media bagi perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, perusahaan dapat melakukan proses rekrutmen secara lebih efisien, sementara pencari kerja memperoleh akses informasi yang lebih cepat dan akurat.
Saniwar berharap penyelenggaraan Job Fair mampu memperluas akses masyarakat terhadap dunia kerja sekaligus meningkatkan angka penempatan tenaga kerja di Kabupaten Probolinggo.
Sementara itu, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan bahwa Job Fair merupakan salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan bursa kerja menjadi jembatan penting yang menghubungkan pencari kerja dengan dunia industri sehingga kebutuhan tenaga kerja perusahaan dapat terpenuhi sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran.
"Kegiatan Job Fair ini merupakan salah satu upaya nyata Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam rangka menekan angka pengangguran, memperluas kesempatan kerja serta mempertemukan secara langsung antara pencari kerja dengan dunia industri," katanya.
Bupati Haris mengajak seluruh pencari kerja memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta sikap profesional agar mampu bersaing di dunia kerja yang terus berkembang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi membuka peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi membuka peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah mendukung dan berkomitmen membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo," tuturnya.
Bupati Haris menilai perbandingan antara jumlah lowongan dan pencari kerja memberikan optimisme tersendiri. Dengan tersedia sekitar 1.600 lowongan kerja dan jumlah pendaftar sekitar 1.200 pencari kerja, peluang masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dinilai semakin terbuka.
"Lowongan kerja yang tersedia sekitar 1.600, sementara pencari kerja yang mendaftar sekitar 1.200 orang. Semoga ini menjadi takdir yang baik bagi para pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan yang diharapkan," jelasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Haris berpesan kepada seluruh pencari kerja agar tetap sabar, istiqamah, dan bersungguh-sungguh dalam menjalani pekerjaan yang nantinya diperoleh.
"Apapun pekerjaan yang didapatkan, terimalah dengan baik dan tekuni. Insya Allah jika dijalani dengan sungguh-sungguh akan menjadi jalan untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik," pungkasnya.
Penyelenggaraan Job Fair 2026 menjadi salah satu langkah konkret Pemkab Probolinggo dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak tenaga kerja lokal yang terserap ke berbagai sektor industri, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Kabupaten Probolinggo. (mel/fas)
Baca Juga :
