Data Sekolah Tak Boleh Asal, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Turun Langsung Cek Dapodik


Kraksaan, Lensaupdate.com - Data pendidikan yang tidak akurat bisa menjadi persoalan serius bagi tata kelola sekolah. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan data pada aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) benar-benar sesuai dengan kondisi sekolah.

Langkah jemput bola tersebut dilakukan melalui kegiatan penguatan tata kelola sekolah dan pelaporan digital Dapodik atau desk data Dapodik yang berlangsung pada 19 hingga 28 Agustus 2026.

Disdikdaya tidak hanya menunggu satuan pendidikan datang ke kantor. Pemeriksaan dilakukan dengan mendatangi sejumlah titik layanan yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Tujuh satuan pendidikan ditunjuk sebagai lokasi desk data, yakni SMPN 1 Sukapura, SMPN 1 Tongas, SMPN 1 Gending, SMPN 1 Pajarakan, SMPN 1 Leces, SMPN 1 Paiton dan SMPN 2 Krucil.

Masing-masing titik melayani sekolah dari beberapa kecamatan di sekitarnya. SMPN 1 Sukapura melayani sekolah dari Kecamatan Lumbang dan Sukapura. SMPN 1 Tongas melibatkan sekolah dari Sumberasih, Tongas dan Wonomerto.

SMPN 1 Gending menjadi titik layanan bagi sekolah dari Dringu, Tegalsiwalan, Banyuanyar, Gending dan Maron. Sementara SMPN 1 Pajarakan melibatkan sekolah dari Pajarakan, Kraksaan, Krejengan dan Gading.

Untuk wilayah lainnya, SMPN 1 Leces melayani sekolah dari Bantaran, Leces, Kuripan dan Sumber. SMPN 1 Paiton melibatkan sekolah dari Besuk, Pakuniran, Kotaanyar dan Paiton. Sedangkan SMPN 2 Krucil menjadi titik layanan bagi sekolah dari Krucil dan Tiris.

Dalam desk data tersebut, tim Disdikdaya mencermati data peserta didik pada satuan pendidikan SMP negeri maupun swasta. Pemeriksaan juga menyasar data prasarana yang tercatat dalam sistem Dapodik.

Tidak berhenti pada pemeriksaan, setiap hasil pencermatan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani petugas pemeriksa bersama kepala satuan pendidikan. Mekanisme tersebut menjadi upaya untuk memastikan data digital memiliki kesesuaian dengan kondisi faktual di lapangan.

Kegiatan melibatkan 10 personel dari Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo. Mereka bekerja bersama pengawas SMP binaan wilayah timur, tengah dan barat serta pengawas pendamping.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP Like Lidyawati mengatakan desk data Dapodik merupakan bentuk pelayanan langsung kepada sekolah agar proses sinkronisasi dapat berlangsung lebih cepat dan tepat.

“Penguatan tata kelola sekolah dan pelaporan digital Dapodik ini merupakan upaya Disdikdaya untuk memberikan kemudahan layanan kepada lembaga agar sinkron lebih cepat. Operator sekolah juga tidak ada alasan lambat mendapatkan informasi ataupun belum mendengar informasi terbaru,” ujarnya.

Menurut Like, pola jemput bola menjadi pilihan karena persoalan data tidak cukup diselesaikan hanya melalui komunikasi jarak jauh. Tim perlu melihat langsung kondisi sekolah sekaligus berdiskusi dengan operator mengenai data yang harus diperiksa dan diperbarui.

“Jadi tujuan kami dari Disdikdaya adalah jemput bola, turun langsung di tiap korwil. Dengan cara ini, kami bisa memberikan informasi sekaligus melakukan pengecekan data secara langsung bersama operator sekolah,” jelasnya.

Ia mengapresiasi kepala sekolah yang memberikan dukungan dengan mengutus operator untuk mengikuti pemeriksaan. Kehadiran operator dinilai penting karena mereka menjadi salah satu pihak yang berperan dalam pengelolaan dan pembaruan data sekolah.

“Alhamdulillah, kegiatan ini terdukung dengan semangat para kepala sekolah melalui utusannya, operator sekolah yang hadir dan melakukan pengecekan data siswa, ketersediaan media serta sarana dan prasarana sebagai penunjang pembelajaran di tiap satuan pendidikan,” terangnya.

Like menegaskan, validasi Dapodik bukan sekadar persoalan administrasi. Data pendidikan yang akurat menjadi salah satu fondasi dalam pengelolaan pendidikan, penyusunan kebijakan dan pemberian layanan kepada satuan pendidikan.

Karena itu, sekolah didorong tidak sekadar melakukan sinkronisasi, tetapi juga memastikan data yang dimasukkan benar-benar menggambarkan kondisi terbaru.

“Melalui desk data Dapodik, sekolah juga memiliki kesempatan untuk memastikan kesesuaian antara data digital dengan kondisi faktual di lapangan. Dengan demikian, persoalan data dapat segera diketahui dan diperbaiki sebelum berdampak pada proses administrasi maupun layanan pendidikan,” tambahnya.

Bagi Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, data yang valid merupakan bagian penting dari tata kelola pendidikan yang baik. Semakin akurat data yang tersedia, semakin kuat pula dasar pemerintah dalam membaca kebutuhan sekolah dan mengambil keputusan.

Karena itu, penguatan Dapodik akan terus dilakukan melalui koordinasi antara Disdikdaya, sekolah, operator, pengawas dan pihak terkait lainnya.

Langkah jemput bola tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat penyelesaian persoalan data, tetapi juga membangun kesadaran sekolah bahwa setiap data yang tercatat dalam sistem harus dapat dipertanggungjawabkan.

Pada akhirnya, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo ingin memastikan tidak ada lagi jarak antara data di layar komputer dengan kondisi nyata di sekolah. Data yang akurat, mutakhir dan sesuai fakta menjadi modal penting untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih tepat sasaran. (nab/zid)

Baca Juga :