Maron, Lensaupdate.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN 2 Probolinggo bersama RA Alkholafiyah bukan sekadar agenda keagamaan tahunan. Di tengah tantangan membentuk karakter anak, momentum tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus membiasakan nilai-nilai akhlak mulia sejak dini, Jum'at (28/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat itu diikuti keluarga besar MIN 2 Probolinggo dan RA Alkholafiyah. Guru, tenaga kependidikan, siswa, wali murid hingga seluruh keluarga besar kedua lembaga pendidikan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Suasana semakin semarak dengan lantunan sholawat yang dibawakan An-Nisa Hadrah MINDAPRO. Para peserta bersama-sama bersholawat sebagai bentuk ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Namun, pesan utama peringatan Maulid tidak berhenti pada lantunan sholawat. Para peserta juga diajak memahami bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentuk karakter anak.
Tausiyah disampaikan KH. Hamid. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam bersikap dan berinteraksi dengan sesama.
“Nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW, seperti kesantunan, kejujuran, kasih sayang, kesabaran dan kepedulian terhadap sesama diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan pendidikan,” katanya.
Pesan tersebut menjadi relevan dalam lingkungan pendidikan karena pembentukan karakter anak tidak cukup hanya melalui pembelajaran akademik. Keteladanan dan pembiasaan menjadi bagian penting agar nilai-nilai kebaikan benar-benar melekat dalam kehidupan peserta didik.
Kepala MIN 2 Probolinggo Sumiati mengatakan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat hubungan seluruh keluarga besar madrasah.
“Dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita kuatkan cinta kepada Rasulullah, eratkan silaturahmi dan wujudkan generasi MINDAPRO yang berakhlakul karimah,” ujarnya.
Menurut Sumiati, pendidikan karakter tidak dapat dibangun secara instan. Nilai-nilai kebaikan harus ditanamkan melalui keteladanan dan pembiasaan secara terus-menerus, baik di lingkungan madrasah maupun keluarga.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan Rasulullah SAW diharapkan dapat menjadi pedoman dalam mendidik dan membimbing anak-anak,” jelasnya.
Kolaborasi MIN 2 Probolinggo dan RA Alkholafiyah dalam peringatan Maulid juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, guru dan orang tua. Pendidikan anak dinilai akan lebih optimal ketika nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah juga mendapatkan dukungan dari lingkungan keluarga.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Muhyidi selaku Kepala Desa Brani Kulon. Doa tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus harapan agar keluarga besar MIN 2 Probolinggo dan RA Alkholafiyah senantiasa mendapatkan keberkahan, kesehatan, keselamatan serta kemudahan dalam menjalankan amanah.
Melalui peringatan tersebut, keluarga besar MIN 2 Probolinggo dan RA Alkholafiyah ingin memastikan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Semangat mencintai Rasulullah SAW diharapkan diterjemahkan dalam perilaku nyata melalui kebiasaan bersholawat, bersikap santun, jujur, sabar dan peduli terhadap sesama.
Pada akhirnya, peringatan Maulid menjadi bagian dari ikhtiar pendidikan karakter untuk melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kuat dalam iman, berakhlakul karimah dan mampu membawa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (riz/zid)
Baca Juga :
.jpeg)