Probolinggo, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kualitas layanan pendidikan dengan meningkatkan kompetensi guru di bidang bimbingan dan konseling. Upaya tersebut diwujudkan melalui Diseminasi Peningkatan Kompetensi Guru (PKG) Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) melalui program 7 Jurus BK Hebat yang digelar bekerja sama dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Juli 2026 di SMA Negeri 3 Kota Probolinggo itu diikuti 15 guru SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Probolinggo. Peserta terdiri atas guru BK maupun guru mata pelajaran yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa dan telah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan dari narasumber Disdikdaya Kabupaten Probolinggo dan Fasilitator Daerah BK Hebat. Materi difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang komprehensif guna mendukung pembentukan karakter, kesehatan mental serta terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan melalui penguatan kapasitas guru.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan strategis ini. Kehadiran para peserta menunjukkan komitmen guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi demi memberikan layanan pendidikan terbaik kepada peserta didik," katanya.
Menurut Hary, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Guru juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik, menjaga kesehatan mental, mengembangkan kemampuan sosial serta mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, layanan bimbingan dan konseling tidak hanya menjadi tanggung jawab guru BK. Seluruh guru, baik guru mata pelajaran, wali kelas maupun guru kelas, perlu memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pendampingan kepada peserta didik.
"Layanan bimbingan dan konseling harus menjadi budaya di sekolah. Setiap guru memiliki peran untuk mendampingi peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, percaya diri dan mampu menghadapi berbagai tantangan," jelasnya.
Hary menegaskan Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus mendukung berbagai program peningkatan kompetensi guru, termasuk melalui Hari Belajar Guru dan berbagai kegiatan pengembangan profesional lainnya.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah masing-masing serta disebarluaskan kepada guru lainnya.
"Melalui pelatihan ini kami berharap lahir guru-guru yang memahami konsep 7 Jurus BK Hebat, menjadi agen perubahan di sekolah serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah, aman dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh," ujarnya.
Pelatihan menggunakan pendekatan experiential learning, sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga melakukan praktik dan simulasi untuk memperkuat keterampilan dalam memberikan layanan konseling di lingkungan sekolah.
Hary menambahkan, guru memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar menyampaikan materi pembelajaran. Guru juga harus mampu menjadi pendengar yang baik, pembimbing, motivator sekaligus inspirasi bagi peserta didik.
"Ketika guru mampu menghadirkan rasa aman, nyaman dan kepercayaan diri kepada peserta didik, maka pendidikan akan berjalan secara utuh. Dari sana akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, tangguh, peduli terhadap sesama dan siap menghadapi tantangan masa depan," pungkasnya. (mel/fas)
