Kraksaan, Lensaupdate.com - Menjadi santri tidak cukup hanya dengan mengejar kepandaian dan menguasai banyak ilmu. Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengingatkan pentingnya adab, penghormatan dan khidmat kepada guru agar ilmu yang diperoleh membawa keberkahan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Haris saat menghadiri Haul ke-27 Almarhum KH Abdullah Mughni di halaman Pondok Pesantren Zainul Anwar Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan, Jum'at (28/8/2026) malam.
Di hadapan para santri, kiai, tokoh agama dan masyarakat, Bupati Haris mengajak generasi muda pesantren tidak hanya berlomba menjadi pintar. Ilmu yang dipelajari harus dibarengi dengan pengabdian kepada guru dan pesantren.
“Kalau ingin pintar, kejar ilmu itu sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya. Tetapi kalau ingin barokah, itu dengan hikmah. Hikmah itu adalah pengabdian,” tegasnya.
Menurut Bupati Haris, khidmat kepada guru tidak selalu harus dilakukan melalui sesuatu yang besar. Sikap sederhana yang menunjukkan penghormatan kepada guru juga menjadi bagian penting dari tradisi santri.
“Cari barokahnya guru. Meskipun sekadar membalikkan sandal guru saja, itu sudah khidmat,” katanya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik maupun penguasaan ilmu agama. Akhlak dan adab kepada guru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter seorang santri.
Bupati Haris juga mengajak para santri memberikan khidmat kepada pesantren. Termasuk mereka yang mendapatkan amanah sebagai pengurus agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Yang penting khidmat kepada pesantren, khidmat kepada guru-guru. Semoga yang dipercaya menjadi pengurus diberikan kesuksesan dunia dan akhirat,” pesannya.
Momentum haul tersebut berlangsung bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Bupati Haris mengajak jamaah menjadikan peringatan tersebut sebagai kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyampaikan pesan khusus mengenai kebiasaan mendoakan guru. Menurutnya, seorang santri jangan hanya datang kepada guru ketika membutuhkan doa atau keberkahan.
“Kadang kita selalu minta doa dan barokah kepada guru-guru kita, tetapi kita lupa untuk mendoakan guru-guru kita,” ungkapnya.
Bupati Haris mengajak seluruh jamaah mendoakan para guru, termasuk KH Abdullah Mughni sebagai sohibul haul. Doa juga ditujukan kepada para guru yang masih diberikan kesempatan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Malam hari ini kita full mendoakan guru-guru kita, bukan hanya kepada sohibul haul, tetapi juga guru-guru kita yang hadir pada malam hari ini,” tuturnya.
Menurutnya, mendoakan orang lain juga menjadi salah satu bentuk kebaikan yang patut dibiasakan. Ia mengibaratkan doa untuk sesama seperti cermin, karena kebaikan yang diberikan kepada orang lain diharapkan kembali menjadi kebaikan bagi diri sendiri.
“Cara terbaik kita untuk kabul hajat itu adalah dengan mendoakan orang lain, karena itu ibarat cermin. Jadi belajar kita mendoakan. Jangan cuma minta barokahnya guru, tetapi belajarlah mendoakan guru-guru kita,” jelasnya.
Haul ke-27 KH Abdullah Mughni menjadi momentum mengenang perjuangan dan keteladanan almarhum. Pondok Pesantren Zainul Anwar yang telah berdiri sekitar 65 tahun juga terus menjadi bagian dari perjalanan pendidikan keagamaan masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Bupati Haris berharap pesantren tersebut semakin berkembang dan terus melahirkan generasi yang memiliki ilmu, akhlak serta kepedulian terhadap masyarakat.
“Semoga Pondok Pesantren Zainul Anwar terus berkembang, memberikan ilmu yang barokah dan manfaat bagi para santri serta masyarakat,” pungkasnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa dalam dunia pesantren, kepandaian dan keberkahan ilmu berjalan beriringan. Santri dituntut bersungguh-sungguh dalam belajar, sekaligus menjaga adab dan memberikan khidmat kepada guru. (nab/zid)
Baca Juga :
