Haul Akbar KH. Sholeh Nahrawi, Bupati Haris Serukan Meneladani Akhlak Ulama


Krejengan, Lensaupdate.com - Ribuan jamaah memadati Pondok Baitus Sholihin Pesantren Genggong di Desa Temenggungan Kecamatan Krejengan, Sabtu (20/6/2026) dalam Haul Akbar Almarhum Al Arif Billah KH. Sholeh Nahrawi dan seluruh masyayikh Genggong. Momentum religius tersebut dimanfaatkan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris untuk mengajak masyarakat meneladani akhlak, kesabaran dan keikhlasan para ulama dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan haul berlangsung khidmat dan dihadiri jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Probolinggo maupun luar daerah. Selain menjadi ajang mengenang perjuangan para ulama, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi antarumat.

Dalam sambutannya, Bupati Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, keluarga besar pesantren, para donatur dan jamaah yang telah mendukung terselenggaranya haul akbar tersebut.

“Atas nama keluarga dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah memberikan tenaga, pikiran, dukungan finansial hingga doa-doa terbaik sehingga haul akbar ini dapat terselenggara dengan baik. Semoga semua hajat dan harapan yang dipanjatkan mendapat ijabah dari Allah SWT,” katanya.

Menurut Bupati Haris, para ulama sejatinya tetap hidup melalui ilmu, keteladanan dan perjuangan yang diwariskan kepada para santri serta masyarakat. Karena itu, nilai-nilai yang diajarkan para masyayikh harus terus dijaga dan diamalkan.

“Seorang kiai atau ulama tidak pernah benar-benar meninggalkan kita. Mereka hanya berpindah dari pandangan mata menuju hati umatnya. Ketika seorang ulama wafat, dunia kehilangan sosok penjaga dan bumi kehilangan doa-doa terbaiknya. Tetapi saya yakin para murid dan jamaah yang meneruskan perjuangannya akan mewarisi kesabaran, keikhlasan dan keistiqamahan beliau,” ujarnya.

Bupati Haris menegaskan keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kemampuan seseorang, tetapi juga oleh keberkahan yang lahir dari ketulusan hati serta akhlak yang baik.

“Banyak orang pandai dan pintar, tetapi belum tentu menjadi apa-apa. Namun ketika seseorang diberikan keberkahan oleh Allah SWT, tidak ada hal yang tidak bisa dilampaui dalam hidupnya. Karena itu, kita harus mengambil ibrah dari kehidupan para ulama yang penuh kesederhanaan dan keikhlasan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris juga mengajak masyarakat untuk membiasakan sikap husnudzon atau berpikir positif terhadap sesama. Menurutnya, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga persaudaraan harus dibangun dengan saling menghormati dan menghargai.

“Kita diajarkan untuk selalu berpikir positif. Siapapun orangnya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna. Dengan husnudzon, kita akan lebih mudah menjaga persaudaraan dan membangun kehidupan yang harmonis,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Haris berharap doa dan kebersamaan yang terbangun dalam majelis haul dapat menjadi kekuatan spiritual bagi kemajuan Kabupaten Probolinggo. Ia juga memohon doa dari para ulama, habaib dan jamaah agar daerah yang dipimpinnya senantiasa diberikan keberkahan dan kemajuan.

“Saya titip doa untuk kemaslahatan umat dan Kabupaten Probolinggo. Semoga daerah kita menjadi kabupaten yang Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing. Dengan doa-doa para ulama, habaib dan seluruh masyarakat, Insya Allah Kabupaten Probolinggo akan menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Bupati Haris mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi silaturahmi yang selama ini diwariskan oleh KH. Sholeh Nahrawi dan para masyayikh Genggong sebagai salah satu sumber keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Beliau mengajarkan kesederhanaan dan tidak pernah lelah bersilaturahmi kepada siapa pun. Kita yang masih mendapatkan kesempatan untuk meneruskan tradisi itu harus bersyukur. Di situlah keberkahan para ulama akan terus mengalir kepada kita semua,” pungkasnya. (nab/zid)