Kraksaan, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberlele dan SPPG Sidomukti Kecamatan Kraksaan, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur ini bertujuan memastikan seluruh aspek penyelenggaraan program MBG berjalan sesuai standar, mulai dari pengelolaan lingkungan hingga kelayakan sanitasi.
Dalam monev tersebut, tim meninjau sejumlah aspek penting seperti pengelolaan sampah, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat utama operasional layanan penyediaan makanan bergizi.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan tata kelola SPPG berjalan dengan baik sehingga mampu memberikan layanan yang aman dan berkualitas kepada penerima manfaat.
“Tujuan monitoring dan evaluasi SPPG kali ini adalah untuk memastikan tata kelola SPPG berjalan dengan baik. Yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah, kemudian pengelolaan IPAL dari SPPG dan pemenuhan persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS. Semua indikator tersebut harus dipenuhi agar pelayanan berjalan sesuai standar,” katanya.
Menurut Ghafur, monev tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengawasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pendampingan agar pengelola SPPG dapat memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
“Kami hadir bukan semata-mata untuk mencari kekurangan atau temuan di lapangan, tetapi juga memberikan solusi yang konstruktif. Sarannya adalah seluruh indikator dalam persyaratan harus dipenuhi sehingga SPPG dapat beroperasi dengan baik, aman dan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Ghafur berharap keberadaan SPPG dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan, sanitasi dan lingkungan sekitar.
“Harapannya SPPG semakin baik dari waktu ke waktu, sehingga tingkat kepuasan terhadap penyelenggaraan layanan juga meningkat. Dampaknya tidak hanya baik bagi lingkungan sekitar, tetapi juga bagi penerima manfaat melalui penyajian menu yang sehat, berkualitas dan layak konsumsi,” tegasnya.
Selain itu, Ghafur mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar selalu mematuhi petunjuk teknis dan standar operasional yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) demi menjaga keberlanjutan program MBG.
“Imbauan kami kepada seluruh pengelola SPPG agar mematuhi tata kelola yang telah digariskan dalam petunjuk teknis oleh BGN. Kepatuhan terhadap standar dan aturan menjadi kunci agar pelayanan dapat berjalan optimal, aman dan berkelanjutan,” pungkasnya. (nab/zid)
