RSUD Waluyo Jati dan Baznas Kabupaten Probolinggo Tangani Jenazah Tanpa Identitas


Kraksaan, Lensaupdate.com - RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menangani seorang pasien perempuan tanpa identitas yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Selasa (2/6/2026).

Pasien tersebut sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi sakit dan membutuhkan pertolongan. Warga kemudian membawanya ke RSUD Waluyo Jati untuk mendapatkan perawatan medis. Selama menjalani perawatan di Ruang Mawar Merah, tim medis memberikan pelayanan sesuai standar yang berlaku.

Namun kondisi pasien terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia. Karena tidak ditemukan identitas maupun keluarga yang dapat dihubungi, pihak rumah sakit berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan jenazah mendapatkan penanganan yang layak.

Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati mengatakan pelayanan kepada pasien dilakukan tanpa membedakan latar belakang maupun identitas. “Sejak pertama kali pasien ini datang ke RSUD Waluyo Jati, kami berupaya memberikan pelayanan medis yang maksimal sebagaimana pasien lainnya tanpa membedakan latar belakang maupun identitasnya. Bagi kami, setiap orang yang membutuhkan pertolongan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” ujarnya.

Proses pemulasaran jenazah dilakukan oleh petugas RSUD Waluyo Jati sesuai prosedur yang berlaku. Rumah sakit juga memfasilitasi ambulans untuk mengantarkan jenazah menuju lokasi pemakaman.

Pemakaman kemudian dapat dilaksanakan berkat dukungan Baznas Kabupaten Probolinggo melalui program pemulasaraan jenazah. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya penggalian makam, pembelian peti jenazah, kain kafan hingga batu nisan.

Yessi mengapresiasi dukungan Baznas yang membantu penyelesaian persoalan sosial tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Probolinggo yang telah membantu melalui program pemulasaraan jenazah. Sinergi seperti ini sangat penting karena menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil menjelaskan pihaknya menyalurkan bantuan sebesar Rp1 juta untuk mendukung proses pemakaman jenazah tanpa identitas tersebut.

“Karena tidak memiliki identitas dan tidak ada keluarga yang mengurus, maka kami masukkan dalam program pemulasaraan jenazah yang memang telah disiapkan Baznas,” ungkapnya.

Menurut Muzammil, jenazah sempat berada di ruang pendingin rumah sakit selama sekitar 10 hari sambil menunggu kemungkinan adanya keluarga yang datang atau memberikan pengakuan.

Kolaborasi antara RSUD Waluyo Jati dan Baznas Kabupaten Probolinggo ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus memastikan setiap individu memperoleh penghormatan yang layak hingga akhir hayatnya. (nab/zid)