Gapoktan Wirajaya Dorong Pertanian Ramah Lingkungan Melalui Nitrobakter dan Jadam Sulfur


Leces, Lensaupdate.com - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wirajaya Desa Warujinggo Kecamatan Leces terus mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan melalui praktik pembuatan nitrobakter dan Jadam Sulfur yang diikuti sekitar 30 petani, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk menghasilkan pupuk hayati dan pestisida ramah lingkungan guna mendukung pertanian berkelanjutan.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Leces Tri Laksono Hendro mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan teknologi pertanian yang mudah diterapkan, murah dan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk maupun pestisida kimia.

“Antusiasme petani sangat baik dalam mengikuti praktik pembuatan nitrobakter dan Jadam Sulfur. Ini menunjukkan bahwa petani mulai memiliki kesadaran untuk menerapkan pola budidaya yang lebih ramah lingkungan sekaligus efisien dari sisi biaya produksi,” katanya.

Menurut Tri Laksono, pemanfaatan nitrobakter dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi penggunaan pupuk, sementara Jadam Sulfur menjadi alternatif pengendalian hama dan penyakit tanaman yang aman bagi lingkungan.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan praktik saja, tetapi benar-benar diterapkan di lahan pertanian masing-masing. Dengan demikian petani dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan produktivitas hasil panen dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara Pengurus Gapoktan Wirajaya Moh Latip menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai memberikan manfaat besar bagi para petani di Desa Warujinggo.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena petani diajarkan cara membuat pupuk hayati dan pestisida sendiri dengan bahan yang mudah diperoleh di sekitar kita. Selain lebih hemat, cara ini juga lebih aman bagi tanah dan tanaman,” ujarnya.

Latip berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar petani semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan sarana produksi pertanian serta mampu mengembangkan sistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

“Harapan kami ada pelatihan lanjutan dengan materi yang lebih beragam sehingga petani semakin memahami teknologi pertanian ramah lingkungan dan mampu menerapkannya secara optimal di lapangan,” pungkasnya. (mel/fas)