Dringu, Lensaupdate.com - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo berupaya meningkatkan kemandirian petambak garam melalui pelatihan pemeliharaan prasarana tambak garam yang digelar di UPT Pengembangan Budidaya Air Payau dan Tambak (PBATP) Dringu, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 20 petambak garam perwakilan Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) penerima bantuan hibah geomembran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur tahun 2019 hingga 2024.
Peserta yang berasal dari Kecamatan Dringu, Pajarakan dan Kraksaan tersebut mendapatkan pembekalan teknis mengenai perawatan dan perbaikan geomembran dari PT KTG Singosari Malang. Selain itu, mereka juga menerima bantuan lembaran tambal geomembran (lembran) untuk mendukung perbaikan sarana produksi secara mandiri.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan geomembran merupakan salah satu komponen penting dalam produksi garam modern karena mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen garam.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kemampuan petambak dalam merawat dan memperbaiki geomembran secara mandiri. Dengan pemahaman yang baik, kerusakan dapat ditangani lebih cepat sehingga umur pakai geomembran menjadi lebih panjang,” katanya.
Menurut Ipung, sapaan akrab Hari Pur Sulistiono, kemampuan melakukan perawatan mandiri sangat penting karena dapat mengurangi ketergantungan petambak terhadap penggantian sarana produksi yang membutuhkan biaya cukup besar.
“Jika terjadi kebocoran atau kerusakan ringan, petambak tidak harus langsung mengganti geomembran yang baru. Mereka dapat melakukan perbaikan sendiri menggunakan teknik yang telah diajarkan. Ini tentu lebih hemat dan mengurangi biaya produksi,” jelasnya.
Selain meningkatkan efisiensi usaha, pelatihan tersebut juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi garam rakyat di Kabupaten Probolinggo yang selama ini menjadi salah satu sentra produksi garam di Jawa Timur.
“Kami berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di tambaknya masing-masing dan membagikannya kepada anggota kelompok lainnya. Dengan demikian, semakin banyak petambak yang mampu merawat geomembran secara mandiri sehingga produktivitas garam rakyat dapat terus meningkat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Diskan Kabupaten Probolinggo terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor pergaraman agar usaha garam rakyat semakin efisien, produktif dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri garam nasional. (mel/fas)
