BPS Kabupaten Probolinggo Perkuat Kompetensi Petugas Lapangan Hadapi Sensus Ekonomi 2026


Sukapura, Lensaupdate.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui pelatihan petugas lapangan yang digelar di Hotel Grand Whiz Bromo Kecamatan Sukapura, Minggu (31/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memastikan proses pendataan ekonomi berjalan akurat dan berkualitas.

Pelatihan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi bersama Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, Lilik Hariyanti. Para peserta merupakan petugas lapangan yang nantinya akan melakukan pendataan langsung terhadap berbagai aktivitas usaha nonpertanian di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada kualitas petugas yang terjun langsung ke lapangan. Karena itu, pembekalan diberikan agar petugas memiliki pemahaman yang utuh mengenai konsep, metode dan teknik pendataan.

“Petugas sensus adalah ujung tombak keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Mereka harus memastikan data yang dikumpulkan benar, lengkap dan sesuai kondisi di lapangan. Oleh karena itu, profesionalisme, integritas, ketelitian dan kemampuan komunikasi menjadi modal utama yang harus dimiliki setiap petugas,” katanya.

Menurut Lilik, SE2026 merupakan kegiatan nasional yang bertujuan memetakan seluruh aktivitas ekonomi nonpertanian sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Selain itu, data ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk melihat peluang pasar dan meningkatkan daya saing usaha mereka,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil sensus nantinya tidak hanya berguna bagi pemerintah, tetapi juga memberikan manfaat bagi dunia usaha, termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Melalui data yang akurat, berbagai potensi ekonomi daerah dapat dipetakan secara lebih jelas.

“Melalui sensus ini, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi potensi ekonomi wilayah, menentukan prioritas pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sementara bagi pelaku usaha, pendataan ini dapat membuka peluang mendapatkan pembinaan, pelatihan maupun dukungan program pemerintah,” terangnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menilai Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting dalam mendukung perencanaan pembangunan nasional maupun daerah yang berbasis data.

“SE2026 merupakan langkah besar untuk menghadirkan data ekonomi yang valid dan berkualitas. Data tersebut akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis, baik bagi pemerintah, dunia usaha maupun berbagai kementerian dan lembaga terkait,” ujarnya.

Sjaiful mengingatkan para petugas agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional saat proses pendataan berlangsung.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, petugas diharapkan mampu menerapkan seluruh materi yang diperoleh secara konsisten, mulai dari penggunaan aplikasi pendataan, pengisian kuesioner hingga penyelesaian berbagai kendala yang mungkin ditemui di lapangan. Mari kita kawal bersama langkah besar ini untuk mewujudkan kemandirian perekonomian bangsa dan Indonesia yang lebih sejahtera,” pungkasnya.

Melalui pelatihan tersebut, BPS Kabupaten Probolinggo berharap seluruh petugas lapangan memiliki kesiapan teknis maupun mental dalam menjalankan tugas, sehingga data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 benar-benar mampu menggambarkan kondisi ekonomi daerah secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (put/zid)