Kraksaan, Lensaupdate.com – Pelayanan kesehatan, kegiatan pendidikan pesantren, aksi sosial hingga pelestarian lingkungan menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang disiapkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan. Berbagai agenda tersebut dijadwalkan berlangsung sepanjang Oktober hingga November 2026 dengan melibatkan lembaga dan badan otonom NU.
Rangkaian kegiatan mulai diperkenalkan melalui apel kick off Hari Santri 2026 bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo di Alun-alun Kraksaan, Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan santri Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Kraksaan bersama para guru.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Chafidzul Hakiem Noer mengatakan, peringatan Hari Santri tahun ini tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga sejumlah agenda yang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“PCNU Kraksaan mempunyai beberapa agenda strategis ke depan selama satu bulan ini di bulan Oktober. Dari mulai hari ini ada beberapa kegiatan yang perlu kami sampaikan,” ujarnya.
Salah satu fokus kegiatan berada pada sektor kesehatan. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menjadwalkan khitan massal bagi 50 peserta di daerah terpencil pada 18 Oktober 2026.
LKNU juga merencanakan sosialisasi bahaya narkoba di Kecamatan Banyuanyar pada 17 Oktober. Berikutnya, bakti sosial berupa jaminan kesehatan gratis, donor darah, dan pengobatan alternatif dijadwalkan berlangsung di Sumberanyar, Kecamatan Paiton, pada 22 Oktober. Khitan massal lainnya direncanakan digelar di depan Kantor Bupati Probolinggo pada 31 Oktober.
Agenda kesehatan juga disiapkan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU). Melalui kegiatan bertajuk “Membangun Santri Hebat”, lembaga ini merencanakan seminar tentang Gerakan Pendewasaan Pernikahan dan Anti-Bullying di Pondok Pesantren Ar-Rofi'iyah Kraksaan pada 17 Oktober.
LKKNU turut menjadwalkan program “Peduli Santri Sehat” berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Pondok Pesantren Islamiyyah Syafi'iyyah, Sumberanyar, Paiton, pada 22 Oktober.
Di bidang lingkungan, Kemaritiman NU menyiapkan penanaman mangrove di Pantai Duta pada 24 Oktober. Agenda berikutnya berupa kegiatan Seven Beaches pada 14 November dan penanaman pohon di Kraksaan pada 28 November.
Sementara itu, sektor pendidikan dan pengembangan kapasitas santri diisi berbagai kegiatan. Ma'arif NU menjadwalkan Jambore Santri Ma'arif di Bumi Perkemahan Sentulan, Banyuanyar, pada 23–25 Oktober. Lembaga ini juga merencanakan pertemuan tokoh NU pada 23 Oktober.
Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU menyiapkan sejumlah kegiatan, antara lain lomba mewarnai logo NU untuk tingkat raudhatul athfal (RA) pada 17 Oktober, jalan sehat bersarung di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah Klaseman pada 18 Oktober, serta upacara Hari Santri di Alun-alun Kraksaan pada 22 Oktober.
Selain kegiatan tersebut, RMI NU mengadakan lomba video profil pondok pesantren yang berlangsung pada 25 September hingga 10 Oktober 2026.
Penguatan tradisi keilmuan dan pemahaman keagamaan juga masuk dalam agenda sejumlah lembaga NU. Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) menjadwalkan pelatihan dan pembinaan operator LTM PCNU pada 10 Oktober, disusul pembinaan tasharruf dana bagi bendahara masjid pada 20 Oktober.
Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) merencanakan kegiatan Bahtsul Masa'il di Pondok Pesantren Islamiyyah Syafi'iyyah, Paiton, pada 18 Oktober. Adapun Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) menjadwalkan ziarah tokoh NU melalui kegiatan Santri Sowan Kiai pada 11 Oktober dan seminar di Kantor PCNU pada 17 Oktober.
Agenda lainnya meliputi kajian Aswaja dan Ke-NU-an oleh Asnuter NU, roadshow Fatayat NU ke sejumlah pondok pesantren, serta temu kader dan solidaritas Lakpesdam NU di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jatiurip, Krejengan, pada 29 Oktober.
Organisasi kepemudaan dan perempuan NU juga menyiapkan kegiatan masing-masing. GP Ansor menjadwalkan dirosah ula di Saka 9 Pondok Pesantren Nurul Qodim pada 16–18 Oktober. Muslimat NU merencanakan sosialisasi program Mustika Mesem, Mustika Darling, dan Mustika Segar pada 21 Oktober, kemudian dzikir dan doa bersama Hari Santri dengan Majelis Dzikir Muslimat An-Nahdliyah pada 25 Oktober.
Pembukaan rangkaian Hari Santri tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto yang mewakili bupati, Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Chafidzul Hakiem Noer, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pengurus lembaga dan badan otonom NU Kraksaan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi pesantren dan santri dalam perjalanan bangsa. Ia mendorong santri untuk mempertahankan nilai tradisi keagamaan sekaligus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Sesuai tema Hari Santri Nasional 2026, ‘Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri’, santri diharapkan mampu merawat tradisi yang baik sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” katanya.
Sekda Ugas juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kerja sama dengan pesantren, ulama, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam pengembangan pendidikan serta kewirausahaan.
Rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 ini menunjukkan luasnya bidang pengabdian yang disiapkan PCNU Kraksaan, mulai dari kesehatan, pendidikan, penguatan keagamaan hingga lingkungan. Pelaksanaan setiap agenda selanjutnya menjadi bagian penting untuk mewujudkan manfaat kegiatan bagi santri dan masyarakat. (nab/zid)
Baca Juga :
