Dispersip Kabupaten Probolinggo Dampingi Sembilan Perpusdes Persiapkan Akreditasi


Krejengan, Lensaupdate.com - Kesiapan administrasi, pengelolaan koleksi hingga kelengkapan sarana menjadi perhatian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo dalam mendorong peningkatan mutu perpustakaan desa. Mulai Senin (12/10/2026), Dispersip mengintensifkan pendampingan dan visitasi untuk membantu perpustakaan desa memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

Pendampingan tahap awal menyasar Perpustakaan Desa (Perpusdes) Kamalkuning, Kecamatan Krejengan, dan Perpusdes Sentul, Kecamatan Gading. Selanjutnya, kegiatan dijadwalkan menyasar tujuh desa lainnya di Kabupaten Probolinggo.

Ketujuh desa tersebut meliputi Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan, Desa Alassapi Kecamatan Banyuanyar, Desa Jatiadi dan Sebaung Kecamatan Gending, Desa Suko Kecamatan Maron, Desa Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar serta Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton.

Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas melalui Pustakawan Hesthiyono Suko Adhi mengatakan pendampingan ini bertujuan membantu pengelola perpustakaan menyiapkan berbagai komponen yang dibutuhkan dalam proses akreditasi.

“Pendampingan ini kami lakukan untuk membantu perpustakaan desa mempersiapkan berbagai kebutuhan akreditasi sesuai Standar Nasional Perpustakaan. Harapannya, setiap perpustakaan yang menjadi sasaran dapat meningkatkan tata kelola dan kualitas pelayanannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hesthi, persiapan akreditasi tidak cukup hanya dengan melengkapi dokumen administrasi. Pengelolaan koleksi serta ketersediaan sarana dan prasarana juga perlu diperhatikan agar perpustakaan mampu memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui peninjauan dan evaluasi, pengelola diharapkan dapat mengetahui bagian yang masih perlu dibenahi sebelum menjalani proses akreditasi.

“Melalui pendampingan dan evaluasi ini, kami berharap perpustakaan desa dapat mengetahui aspek-aspek yang perlu dipersiapkan dan ditingkatkan. Dengan begitu, proses akreditasi dapat dijalani dengan persiapan yang lebih baik,” tegasnya.

Selain mengejar pemenuhan standar, Dispersip juga mendorong perpustakaan desa agar berkembang menjadi pusat literasi berbasis inklusi sosial. Artinya, keberadaan perpustakaan diharapkan memberi manfaat lebih luas, tidak terbatas pada kegiatan membaca dan meminjam buku.

Perpustakaan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengakses informasi, menambah pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan mereka.

“Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan mengembangkan pengetahuan. Penguatan peran ini penting agar perpustakaan desa semakin dekat dengan kebutuhan warga dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok masyarakat,” terangnya.

Hesthi berharap pendampingan yang dilakukan secara maraton tersebut dapat membantu perpustakaan desa sasaran memperbaiki tata kelola sekaligus meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Dengan persiapan yang lebih terarah, perpustakaan desa diharapkan semakin mampu memperluas akses informasi dan menumbuhkan budaya literasi di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)

Baca Juga :