Madiun, Lensaupdate.com - Kick off manasik nasional 2026 menjadi momentum ganda bagi Kabupaten Probolinggo. Selain mengikutsertakan sedikitnya 200 calon jamaah haji untuk mengikuti pembukaan manasik nasional, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk UMKM daerah dalam ekosistem haji dan umrah.
Kegiatan berlangsung di Kota Madiun pada 25-27 September 2026. Pembukaan dilakukan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia KH Irfan Yusuf Hasyim dan dirangkai dengan Expo 2026 UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan mengatakan keikutsertaan calon jamaah haji dalam kick off tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju pelaksanaan ibadah haji 2027.
“Alhamdulillah Kabupaten Probolinggo menerjunkan tidak kurang dari 200 calon jamaah haji tahun 2027 untuk mengikuti kick off manasik nasional. Pembukaan pelaksanaan manasik nasional yang diselenggarakan di Kota Madiun, terhitung mulai tanggal 25 sampai tanggal 27,” katanya.
Namun, kegiatan tersebut tidak hanya diisi agenda manasik. Kabupaten Probolinggo juga membawa pelaku UMKM untuk mengikuti expo yang berlangsung bersamaan.
Bagi Barzan, kehadiran UMKM dalam kegiatan yang berkaitan dengan haji dan umrah dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Produk yang dibawa pun disesuaikan dengan kebutuhan jamaah.
“Di acara itu juga dilaksanakan kegiatan Expo 2026 UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah. Alhamdulillah Kabupaten Probolinggo turut juga mengirimkan UMKM kita sehingga dapat memasarkan produk-produk Probolinggo pada expo yang dilaksanakan di Kota Madiun,” jelasnya.
Produk yang dipamerkan antara lain berkaitan dengan kebutuhan jamaah haji dan umrah. Mulai oleh-oleh haji hingga sejumlah perlengkapan yang biasa digunakan jamaah.
“Tentu saja nanti ini yang dipamerkan adalah yang berkaitan dengan haji. Misalkan oleh-oleh haji dan kebutuhan-kebutuhan yang terkait dengan pelaksanaan haji. Songkok, kain ihram atau tasbih dan yang lain-lainnya yang dibutuhkan oleh jamaah haji atau jamaah umrah,” tuturnya.
Keikutsertaan tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha untuk tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga melihat langsung kebutuhan konsumen dalam ekosistem haji dan umrah.
Barzan berharap kesempatan tersebut dapat memberikan dampak bagi perkembangan usaha masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Terlebih, produk yang dibawa memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan jamaah.
“Semoga harapan kami ini membawa manfaat, khususnya bagi Kabupaten Probolinggo. Produk kita juga kita sampaikan sehingga bisa dapat menggeliatkan usaha UMKM di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.
Di sisi lain, keberadaan sedikitnya 200 calon jamaah haji Kabupaten Probolinggo dalam kick off manasik nasional menjadi bagian dari persiapan awal menghadapi pelaksanaan ibadah haji 2027. Forum tersebut menjadi bagian dari pembukaan pelaksanaan manasik haji secara nasional.
Rangkaian kegiatan di Kota Madiun dengan demikian mempertemukan dua kepentingan sekaligus. Para calon jamaah memperoleh bagian dari rangkaian persiapan manasik, sementara pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk yang berkaitan dengan kebutuhan jamaah haji dan umrah.
Bagi Kabupaten Probolinggo, keterlibatan dalam agenda tersebut bukan hanya soal hadir dalam kegiatan nasional. Ada peluang bagi produk lokal untuk diperkenalkan kepada masyarakat di luar daerah sekaligus melihat potensi pasar yang berkaitan dengan kebutuhan perjalanan ibadah.
Melalui Expo 2026 UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah, produk seperti songkok, kain ihram, tasbih, oleh-oleh haji dan kebutuhan jamaah lainnya mendapat ruang untuk dipasarkan. Pada saat yang sama, keikutsertaan calon jamaah haji menjadi bagian dari langkah awal persiapan menuju musim haji 2027. (lia/zid)
Baca Juga :
